BOGOR.POJOKSATU.id - Kabupaten Bogor kembali menjadi sorotan setelah pemaparan data strategis dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 yang digelar pada Selasa (7/4/2026) di Gedung Serbaguna I Sekretariat Daerah.

Dalam forum tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, membeberkan sejumlah informasi penting terkait kondisi wilayah, jumlah penduduk, hingga karakteristik geografis daerah yang dikenal sebagai salah satu wilayah terbesar di Jawa Barat.

Ajat menyebutkan, Kabupaten Bogor memiliki luas wilayah mencapai 299.177,85 hektare dengan posisi geografis yang sangat strategis karena berbatasan langsung dengan sejumlah daerah penyangga ibu kota.

“Di bagian selatan, wilayah ini berbatasan dengan Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur,” ujar Ajat dalam paparannya.

Selain itu, wilayah utara berbatasan dengan Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, hingga Kota Depok.

Sementara di timur berbatasan dengan Kabupaten Karawang, Purwakarta, dan Cianjur, serta di barat berbatasan dengan Kabupaten Lebak.

Menariknya, di tengah wilayah Kabupaten Bogor terdapat Kota Bogor yang menjadi pusat aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.

Secara administratif, Kabupaten Bogor terdiri dari 40 kecamatan, 416 desa, dan 19 kelurahan. Jumlah penduduk pada tahun 2025 tercatat mencapai 5.721.618 jiwa, dengan tingkat kepadatan mencapai 1.889 jiwa per kilometer persegi.

Pertumbuhan penduduk di wilayah ini juga tergolong tinggi. Laju pertumbuhan penduduk (LPP) tercatat sebesar 2,39 persen, dengan rasio ketergantungan usia produktif sebesar 41,48.

Sementara itu, rasio jenis kelamin berada di angka 105, yang menunjukkan jumlah laki-laki sedikit lebih banyak dibandingkan perempuan.

Distribusi penduduk di Kabupaten Bogor pun tidak merata. Kecamatan Cibinong menjadi wilayah dengan jumlah penduduk terbanyak, mencapai 387.587 jiwa. Di sisi lain, Kecamatan Cariu menjadi wilayah dengan populasi paling sedikit, yakni 56.461 jiwa.

Selain itu, sejumlah kecamatan juga mencatat pertumbuhan penduduk yang cukup signifikan. Kecamatan Klapanunggal menjadi yang tertinggi dengan angka 3,77 persen, disusul Parung Panjang sebesar 3,52 persen, dan Tajurhalang sebesar 3,46 persen.

Data ini menjadi dasar penting dalam penyusunan arah pembangunan Kabupaten Bogor ke depan, terutama dalam menghadapi tantangan urbanisasi dan pemerataan pembangunan di wilayah yang terus berkembang pesat ini.***