BOGOR.POJOKSATU.id – Pemerintah Kabupaten Bogor terus memperkuat langkah konkret dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, salah satunya dengan mempercepat penanganan masalah rumah tidak layak huni (Rutilahu).
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyampaikan komitmennya untuk menuntaskan persoalan ini dalam waktu yang jauh lebih cepat dari perencanaan awal.
Ia menegaskan bahwa target penyelesaian program Rutilahu akan dipercepat menjadi maksimal tiga tahun, bukan lima tahun seperti prediksi umum sebelumnya.
Berdasarkan data yang ada, saat ini jumlah rumah warga yang masuk dalam kategori tidak layak huni di Kabupaten Bogor mencapai 14 ribu unit.
Angka tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah, karena menyangkut kualitas hidup ribuan keluarga yang masih tinggal dalam kondisi hunian yang jauh dari standar kelayakan.
Sebagai bentuk respons atas kondisi tersebut, Bupati Rudy menyatakan bahwa pihaknya akan mengalokasikan anggaran tambahan melalui APBD Perubahan tahun ini untuk mempercepat proses perbaikan dan pembangunan rumah-rumah tersebut.
Fokus utama adalah memastikan agar anggaran yang tersedia benar-benar diarahkan pada program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat, salah satunya adalah pemenuhan hak dasar atas tempat tinggal yang layak.
“Di APBD Perubahan nanti, kita akan prioritaskan anggaran untuk program Rutilahu. Ini bagian dari upaya kami untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Kami tidak ingin mereka menunggu terlalu lama untuk mendapatkan hunian yang lebih baik,” ujar Bupati Rudy.
Lebih lanjut, Rudy menjelaskan bahwa penyelesaian program ini dalam lima tahun dinilai terlalu lama.
Oleh karena itu, Pemkab Bogor akan menyusun strategi dan skema pembiayaan yang memungkinkan program Rutilahu bisa dituntaskan dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
Menurutnya, semakin cepat rumah-rumah tersebut dibangun atau diperbaiki, semakin cepat pula warga bisa menikmati kehidupan yang lebih aman, sehat, dan bermartabat.
Ia juga menekankan bahwa kemampuan anggaran daerah akan sangat menentukan realisasi program ini. Namun, Rudy optimistis karena tren pendapatan daerah saat ini menunjukkan pertumbuhan yang positif.
Hal ini didorong oleh mulai stabilnya berbagai sektor ekonomi lokal, seperti perdagangan, industri kecil, dan pariwisata yang perlahan kembali bergeliat setelah sempat tertekan oleh situasi global beberapa waktu lalu.
“Kita akan lihat dulu kemampuan fiskal kita, tapi sejauh ini tren pendapatan Kabupaten Bogor mulai mengalami kenaikan. Ini menjadi dasar bagi kami untuk berani menargetkan penyelesaian Rutilahu dalam waktu yang lebih singkat,” ucapnya.
Program Rutilahu menjadi salah satu prioritas strategis Pemerintah Kabupaten Bogor dalam membangun kualitas hidup masyarakat dari sisi dasar.
Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap keluarga memiliki tempat tinggal yang layak, sehat, dan aman sebagai fondasi untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Selain menyasar perbaikan fisik rumah, Pemkab Bogor juga berencana mengintegrasikan program ini dengan bantuan sosial lainnya serta pemberdayaan masyarakat agar rumah layak huni tidak hanya menjadi tempat tinggal, tapi juga titik tolak kehidupan yang lebih sejahtera.
Langkah progresif ini mencerminkan keberpihakan pemerintah daerah terhadap warga yang paling membutuhkan.
Melalui percepatan program Rutilahu, Bupati Rudy berharap masyarakat dapat merasakan langsung manfaat pembangunan yang merata dan menyentuh hingga ke akar persoalan sosial.
Dengan strategi yang tepat dan sinergi antarlembaga, Kabupaten Bogor bertekad menghapus wajah-wajah kemiskinan struktural satu rumah demi satu rumah.***



