POJOKBOGOR.id - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyampaikan akan membiayai seluruh pengobatan korban runtuhnya majelis taklim di Bogor, tepatnya di Ciapus, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Melalui web resmi Bapenda Jabar, pemerintah Provinsi Jawa Barat menyampaikan duka mendalam atas musibah runtuhnya bangunan majelis taklim di Bogor, sehingga menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan puluhan luka luka.

Baca Juga: Seorang Balita 2 Tahun Jadi Korban Majelis Taklim di Bogor yang Ambruk, Luka Serius di Kepala

"Seluruh biaya perawatan korban di rumah sakit akan ditanggung oleh pemerintah provinsi, termasuk memberikan santunan kepada keluarga korban yang meninggal serta menanggung pendidikan anak-anak mereka yang masih bersekolah," demikian informasi resmi yang disampaikan dalam situs mereka soal korban majelis taklim di Bogor yang runtuh, MInggu 7 September 2025.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati hati dalam menjaga kondisi bangunan tempat tinggal maupun ibadah.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga mengungkapkan rasa terima kasih disampaikan kepada warga dan tenaga medis yang telah membantu penanganan korban.

Baca Juga: Diduga Jadi Korban Bacok Tawuran di Bogor, Seorang Pria Meninggal Jam 2 Pagi

Sebelumnya diberitakan, peristiwa ambruknya bangunan majelis taklim di Bogor di Kampung Ciapus, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu 7 September 2025, menyisakan duka mendalam.

Salah satu korban majelis taklim di Bogor yang ambruk adalah balita berusia 2,5 tahun berinisial RN, yang mengalami luka serius di bagian kepala akibat tertimpa reruntuhan bangunan.

Saat kejadian majelis taklim di Bogor ambruk, RN tengah mengikuti acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama ibunya, Siti Kholidah.

Menurut data yang dihimpun, total ada 54 korban majelis taklim di Bogor ambruk yang tersebar di sejumlah fasilitas kesehatan di Bogor.

Baca Juga: Ternyata Begini Alasan Bangunan Majelis Taklim di Bogor Ambruk Sampai 3 Orang Tewas

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, merinci sebaran korban dii RSUD Kota Bogor 23 orang, RS PMI 16 orang, Puskesmas Ciomas 6 orang, RSUD Ciawi 1 orang, RS Karya Bakti Pratiwi 2 orang, RS Marzuki Mahdi 1 orang, Klinik Sukamaju 2 orang, dan Klinik Arafah 6 orang.

Selain korban luka, tercatat tiga orang meninggal dunia akibat tertimpa bangunan majelis taklim di Bogor. Mereka adalah Irni Susanti, Wulan, dan Nurhayati.