POJOKBOGOR.id - Peristiwa ambruknya bangunan majelis taklim di Bogor di Kampung Ciapus, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu 7 September 2025, menyisakan duka mendalam.
Salah satu korban majelis taklim di Bogor yang ambruk adalah balita berusia 2,5 tahun berinisial RN, yang mengalami luka serius di bagian kepala akibat tertimpa reruntuhan bangunan.
Baca Juga: Diduga Jadi Korban Bacok Tawuran di Bogor, Seorang Pria Meninggal Jam 2 Pagi
Saat kejadian majelis taklim di Bogor ambruk, RN tengah mengikuti acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama ibunya, Siti Kholidah.
Nenek korban, Titin, menyampaikan bahwa sang ibu kini juga dirawat di RSUD Ciawi.
“Ibu RN, Siti Kholidah, masih dirawat di RSUD Ciawi,” kata Titin.
Baca Juga: Ternyata Begini Alasan Bangunan Majelis Taklim di Bogor Ambruk Sampai 3 Orang Tewas
Direktur RSUD Kota Bogor, dr Ilham Chaidir, menjelaskan bahwa RN mengalami pendarahan dalam di bagian kepala akibat benturan keras.
“Ini akibat benturan di kepala. Korban akan segera dioperasi,” ujar Ilham.
“Semoga kondisi korban terus membaik. Kita upayakan tindakan medis sebaik mungkin untuk menyelamatkan korban,” kata dr Adhita Nurfitriani, dokter jaga IGD RSUD Kota Bogor.
Menurut data yang dihimpun, total ada 54 korban majelis taklim di Bogor ambruk yang tersebar di sejumlah fasilitas kesehatan di Bogor.
Baca Juga: Majelis di Ciomas Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, merinci sebaran korban dii RSUD Kota Bogor 23 orang, RS PMI 16 orang, Puskesmas Ciomas 6 orang, RSUD Ciawi 1 orang, RS Karya Bakti Pratiwi 2 orang, RS Marzuki Mahdi 1 orang, Klinik Sukamaju 2 orang, dan Klinik Arafah 6 orang.
Selain korban luka, tercatat tiga orang meninggal dunia akibat tertimpa bangunan majelis taklim di Bogor. Mereka adalah Irni Susanti, Wulan, dan Nurhayati.



