BOGOR.POJOKSATU.id – Dampak kemarau panjang di Kabupaten Bogor semakin terasa. Debit Sungai Cileungsi di wilayah Desa Gunungsari, Kecamatan Citeureup, terus menyusut hingga sebagian dasar sungai mulai terlihat.

Kondisi tersebut membuat warga semakin kesulitan mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Setelah sekitar dua bulan menghadapi musim kemarau, sejumlah warga mulai memanfaatkan sisa aliran Sungai Cileungsi untuk mencuci pakaian dan berbagai kebutuhan rumah tangga.

Namun, sumber air yang menjadi tumpuan warga itu kini juga terus berkurang.

Salah seorang warga Gunungsari, Ema, mengaku pasokan air di rumahnya sebenarnya masih tersedia, tetapi jumlahnya sangat terbatas.

Kondisi itu membuat dirinya memilih membawa pakaian ke sungai untuk dicuci agar persediaan air di rumah dapat digunakan untuk kebutuhan yang lebih mendesak.

Ema juga mengaku hingga kini belum mendapatkan bantuan berupa tandon air dari pemerintah desa.

Ia berharap penanganan kekeringan tidak hanya dilakukan melalui bantuan air sesaat, melainkan tersedia pasokan yang mampu digunakan warga selama kemarau panjang masih berlangsung.

Krisis air memang telah meluas ke berbagai wilayah Kabupaten Bogor.

Hingga 5 September 2026, BPBD Kabupaten Bogor mencatat kekeringan sudah berdampak pada 33 kecamatan dan 178 desa atau kelurahan. Lebih dari 4,8 juta liter air bersih telah disalurkan melalui ratusan titik distribusi sejak Juni 2026.

Situasi tersebut diperparah dengan status Awas kekeringan meteorologis yang ditetapkan untuk Kabupaten Bogor pada periode 11–20 September 2026.

BMKG menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi rendahnya curah hujan dan panjangnya periode tanpa hujan. Awal musim hujan di Kabupaten Bogor diperkirakan baru terjadi sekitar akhir Oktober hingga awal November 2026.

Di Kecamatan Citeureup sendiri, ratusan warga di sejumlah kampung juga telah terdampak krisis air bersih akibat menurunnya debit sumber air.

Kini, ketika Sungai Cileungsi yang menjadi alternatif warga ikut menyusut, kebutuhan pasokan air bersih menjadi semakin mendesak.***