POJOKBOGOR.id - Pihak Rumah Sakit Sentosa mengaku mengalami dampak yang drastis usai terbongkarnya kasus bayi tertukar di Bogor.

Gegara kelalaian tenaga kesehatan di Rumah Sakit Sentosa tersebut membuat jumlah pengunjung kini anjlok.

Juru Bicara Rumah Sakit Sentosa, Gregg Djako mengatakan hal tersebut.

"Jelas dampaknya sangat dirasakan, pasien menurun jauh," ujar Gregg Djako.

Baca Juga: Rumah Sakit Sentosa Iming Imingi Tawaran Perdamaian ke Orang Tua Bayi Tertukar di Bogor, Begini Respon Korban

Dia mengatakan bahwa karena kasus ini pihaknya kini menjadi sorotan dan ini merupakan sanksi sosial yang harus diterima.

Namun, kata dia, di Rumah Sakit Sentosa ini ada 300 lebih karyawan yang juga perlu jadi perhatian semua pihak.

"Kita harus akui ada 300 lebih karyawan yang bekerja di dalamnya, menggantungkan hidupnya di situ bersama keluarganya," kata Gregg Djako.

Bagaimana ini pun juga, kata dia, peristiwa bayi tertukar ini adalah hal yang juga tak diharapkan oleh pihak Rumah Sakit Sentosa.

Baca Juga: Selama Dua Bulan Polresta Bogor Kota Sita Ribuan Knalpot di Kota Bogor yang Suka Ganggu Ketertiban Umum

"Tidak ada niat sedikitpun dari orang atau pegawai atau Rumah Sakit Sentosa sekalipun untuk membuat peristiwa ini terjadi," ujar Gregg Djako.

Terkait kejadian bayi tertukar ini, kata dia, ada 5 tenaga kesehatan yang sementara ini masih dinonaktifkan sebagai tenaga kesehatan.

Dia mengaku masih menunggu perkembangan kasus ini ke depannya seperti apa.

"Mereka untuk sementara dinonaktifkan sebagai tenaga kesehatan, untuk sementara secara administrasi artinya tidak melayani kesehatan. Kami melihat perkembangan kasus ini sejauh mana," ungkapnya.

Baca Juga: Kena Prank Satpol PP Kota Bogor PKL Warung Jambu Inisiatif Bongkar Lapaknya Sendiri

Soal kasus bayi tertukar di Bogor, Ia mengatakan, pihak Rumah sakit Sentosa Bogor sendiri baru mengetahui kasus bayi tertukar di Bogor itu pada Mei 2023.

Sehingga menurutnya Rumah sakit Sentosa Bogor dalam kasus ini juga sebagai korban.

"Rumah sakit juga adalah korban karena tidak mendapat informasi itu," pungkasnya.

Lebih jauh, Greg mengatakan, pihaknya diketahui akan memberikan dua poin tanggung jawab kepada bayi tertukar.

Pertama, yakni berupa cover kesehatan kepada dua bayi selama usia anak.

"Sakit kah, rawat kah," katanya

Selain itu, pihak Rumah sakit Sentosa Bogor juga akan memberikan beasiswa kepada kedua anak.

"Akan diberikan beasiswa pendidikan sampai SMA," ungkapnya.

Namun rupanya tawaran itu tak membuat kedua ibu bayi tertukar mengurungkan niatnya.

Siti Mauliah dan Dian tetap akan melaporkan RS Sentosa ke polisi.

Gregg Djako mengklaim, selama ini pihak rumah sakit tidak pernah lepas tangan.

Untuk itu, ia akan terus berupaya agar kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan.

Rumah Sakit Sentosa meminta kepada kepolisian agar mendorong kasus bayi tertukar di Bogor ini diselesaikan secara Restorative Justice.