BOGOR.POJOKSATU.id – Dampak kekeringan di wilayah Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor semakin mengkhawatirkan. Krisis air bersih kini tidak hanya dirasakan masyarakat, tetapi juga mulai mengganggu aktivitas belajar mengajar di lingkungan sekolah.
Minimnya ketersediaan air membuat warga di sejumlah titik harus mencari sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Bahkan, sebagian masyarakat terpaksa memanfaatkan air sungai yang kondisinya terlihat keruh karena sumber air bersih semakin sulit didapat.
Kondisi tersebut juga berdampak terhadap sedikitnya 1.200 siswa beserta guru di kawasan Citeureup.
Mereka mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan sanitasi dasar selama berada di lingkungan sekolah.
Air yang biasanya digunakan untuk kebutuhan toilet, mencuci tangan hingga menjaga kebersihan lingkungan sekolah kini semakin terbatas.
Situasi tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu kenyamanan siswa dan tenaga pendidik apabila kekeringan berlangsung lebih lama.
Terlebih, ketersediaan air bersih menjadi salah satu kebutuhan penting untuk menjaga kebersihan dan kesehatan di lingkungan pendidikan.
Pihak lembaga terkait pun berharap pemerintah maupun instansi berwenang segera mempercepat distribusi bantuan air bersih ke wilayah terdampak.
Pasokan air menggunakan mobil tangki dinilai menjadi salah satu solusi darurat yang sangat dibutuhkan masyarakat maupun sekolah selama sumber air belum kembali normal.
Selain distribusi air, pemetaan terhadap wilayah yang mengalami kekeringan juga dinilai perlu dilakukan agar bantuan dapat diberikan secara merata dan tepat sasaran.
Krisis air bersih di Citeureup menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian serius, terutama jika kondisi cuaca kering masih berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.
Warga berharap pemerintah daerah dapat mengambil langkah cepat agar mereka tidak terus bergantung pada sumber air yang kualitasnya tidak layak.
Pasokan air bersih yang memadai diharapkan dapat segera tersedia sehingga kebutuhan masyarakat serta aktivitas belajar mengajar di sekolah dapat kembali berjalan normal. ***



