BOGOR.POJOKSATU.id - Penutupan aktivitas tambang di Kampung Gunung Cabe, Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, membuat sejumlah warga harus mencari cara lain untuk bertahan hidup.
Warga yang sebelumnya menggantungkan penghasilan dari aktivitas tambang kini beralih menjadi kuli pemecah batu.
Pekerjaan berat itu dilakukan demi mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Dikutip dari laman RadarBogor, salah seorang warga, Mimin, mengatakan dirinya terpaksa ikut memecah batu agar tetap memiliki pemasukan.
“Kami jadi kuli meprek batu supaya dapat uang untuk belanja dapur. Hasilnya memang tidak banyak tapi bisa bantu suami yang saat ini masih menganggur,” ujar Mimin, Rabu (17/6/2026).
Menurut Mimin, pekerjaan tersebut tidak menghasilkan banyak uang. Namun, dalam kondisi saat ini, apa pun pekerjaan yang bisa menghasilkan tetap harus dijalani.
Ia mengaku pendapatan dari memecah batu hanya cukup untuk membantu kebutuhan dapur sehari-hari.
Kondisi itu menjadi gambaran beratnya kehidupan warga terdampak setelah aktivitas tambang ditutup.
Sebagian warga kehilangan sumber penghasilan utama, sementara kebutuhan rumah tangga tetap harus dipenuhi setiap hari.
Mereka berharap ada perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait agar warga terdampak penutupan tambang bisa mendapatkan solusi pekerjaan yang lebih layak.
Warga juga berharap adanya bantuan atau program pemberdayaan ekonomi agar mereka tidak terus bergantung pada pekerjaan serabutan dengan penghasilan tidak menentu.
Penutupan tambang memang dilakukan dengan berbagai pertimbangan. Namun, bagi warga sekitar, dampak ekonominya terasa langsung, terutama bagi keluarga yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas tersebut.***



