POJOKBOGOR.id - Bupati Rudy Susmanto bersama Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardileatanto, meresmikan Dapur Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Polres Bogor 9 Cibungbulang, Seninn2 Maret 2026.
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menjelaskan, Polri bersama Yayasan Kemala Bhayangkari, memiliki 12 Dapur SPPG di Kabupaten, yang diharapkan semuanya beroperasi tahun ini.
"Dari 12 dapur SPPG, 6 di antaranya sudah beroperasi. Insha Allah kami akan mengajak Pak Bupati untuk berkeliling meninjau Dapur SPPG Polres Bogor yang sudah beroperasi," jelas Wikha.
Baca Juga: Isu Dirumahkan Terjawab! Bupati TTU Tegaskan Gaji PPPK Aman dan APBD Terjamin
Ia mengungkapkan, seluruh Dapur SPPG yang dikelola Polres Bogor berdiri di atas lahan milik Pemkab Bogor, yang dipinjampakaikan demi memenuhi kebutuhan gizi generasi penerus bangsa.
Menurut Wikha, Dapur SPPG milik Polri selalu diawasi tim dokter dari Polres Bogor, sebelum makanan dikirim kepada penerima manfaat.
"Ini salah satu ciri khas dari Dapur SPPG milik Polri. Setiap makanan akan melewati food test, untuk menjamin kelayakan, keamanan dan kesehatan makanan," jelas Wikha.
Baca Juga: Rekomendasi Menu Buka Puasa Sederhana tapi Istimewa untuk Keluarga di Rumah
Dari Dapur SPPG Polres Bogor 9 Cibungbulang ini, telah bekerja sama dengan lima sekolah, dengan penerima manfaat hampir 1.800 orang.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengungkapkan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan gerakan besar negara di bawah Presiden Prabowo Subianto yamg harus didukung.
"Anak-anak kita mendapat makan bergizi gratis itu hanya bonus. Tetapi di belakangnya, banyak juga yang menerima manfaat, seperti terbukanya lapangan pekerjaan, hingga perputaran ekonomi yang sangat besar," jelas Rudy.
Ia mengungkapkan, Kabupaten Bogor sendiri menargetkan untuk mendirikan 700 dapur SPPG. Jika satu dapur mempekerjakan 45 orang, maka lebih dari 30 ribu orang dapat pekerjaan.
"Untuk satu porsi MBG itu Rp15 ribu. Bahan pokoknya, seperti cabai, ayam, beras itu beli di Kabupaten Bogor. Diperkirakan perputaran uangnya mencapai Rp6,5 triliun sehingga perekonomian masyarakat hidup," kata Rudy. ***



