POJOKBOGOR.id - Bupati Bogor Iwan Setiawan meresmikan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana alam yang terjadi pada awal 2020. Iwan berharap, huntap ini dapat bermanfaat bagi masyarakat, dalam menjalani hidup ke depannya.

Selama 2021-2023 Pemerintah Kabupaten Bogor telah membangun 2.704 huntap bersumber dari APBD. Masih ada 850 unit lagi yang akan dibangun pada tahun 2024

Bupati Bogor Iwan Setiawan menyebut, hingga saat ini pemerintah terus mengupayakan perbaikan wilayah Kecamatan Sukajaya dan sekitarnya pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor pada awal Januari 2020 lalu.

Baca Juga: Bima Arya masih Walikota Bogor Sampai April 2024

Tercatat, sejak tahun 2021 hingga 2023, Pemerintah Kabupaten Bogor telah membangun 2.704 huntap bagi masyarakat yang terdampak bencana alam tersebut.

"Untuk saat ini semua, kurang lebih 2.500 dan nanti mungkin 850 mudah-mudahan di periode 2024," kata Iwan, Kamis (21/12).

Huntap ini, kata Iwan, tersebar di 7 kecamatan, yaitu Kecamatan Sukajaya, Cigudeg, nanggung, Leuwiliang, pamijahan, Sukamakmur, dan Kecamatan Leuwisadeng.

Baca Juga: Kapolres Bogor tak Ragu untuk Tembak Preman Penganggu Kamtibmas

Dari 7 kecamatan yang dijadikan lokasi huntap tersebut, ribuan hunian dengan status tanah Hak Guna Pakai (HGP) tersebut tersebar di 25 desa, di atas lahan seluas 52 hektare yang dihibahkan PTPN ke Pemkab Bogor.

Iwan menjelaskan, ribuan huntap ini dibangun dengan dua mata anggaran berbeda, ada yang Rp 50 juta untuk satu huntap, ada pula yang Rp 62 juta untuk satu huniannya.

"Mungkin nanti saya minta juga kepada masyarakat untuk memoles lagi (rumahnya) biar bagus, karena kita anggarannya cuma segitu, tidak ada kurang tidak ada lebih, tidak bisa lebih mewah, mungkin nanti bertahap dari masyarakat sendiri," ucap Iwan.

Baca Juga: Polres Bogor telah Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Selama Libur Panjang Natal dan Tahun Baru 2024

Lebih lanjut, Iwan menyebut, Pemerintah Kabupaten Bogor juga akan membangun fasilitas penunjang untuk wilayah hunian tetap tersebut.

"Nah ini kan infrastuktur yang belum kami laksanakan, mungkin nanti jalan dan drainase. Kalo instalasi air dan listrik sudah," tambahnya.

Selain akan membangun jalan dan drainase, Iwan pun meminta jajarannya untuk memperkuat infrastruktur di segi Tanggul Penahan Tanah (TPT).

"Kalo dianggap rawan, mungkin TPTnya (yang dibangun). Kaya di daerah Sukajaya banyak yang di tebing juga, di dataran tinggi bawahnya belum kuat, mungkin nanti bertahapnya di TPT nya," terangnya.

Baca Juga: Jelang Libur Natal, Hotel di Jalur Puncak Mulai Penuh

Diketahui, dalam rentang waktu 2020 hingga 2022 terjadi bencana alam banjir dan longsor di beberapa wilayah di Kabupaten Bogor. Diantaranya ada 3 Kecamatan yang mengalami kerusakan berat, yaitu Kecamatan Sukajaya, Cigudeg dan juga Kecamatan Nanggung.

Tercatat, sejak tahun 2021 hingga 2023, Pemkab Bogor telah membangun 2.704 unit hunian tetap.

Selain itu, ada juga tambahan bantuan hunian tetap dari Kementerian PUPR sebanyak 563 unit, bantuan Pemprov Jabar 37 unit dan bantuan dari BNPB sebanyak 467 unit.

Yang mana, jika ditotal, dari seluruh huntap yang telah dibangun oleh Pemkab Bogor, Kementerian PUPR, Pemprov Jabar dan BNPB, hingga saat ini telah terbangun 3.771 hunian tetap untuk masyarakat yang terdampak bencana alam di Kabupaten Bogor. ***