POJOKBOGOR.id – Rentetan peristiwa kebakaran kembali terjadi di kawasan barat Kabupaten Bogor. Toko LeuwiMart di Kecamatan Leuwiliang dilalap api pada Jumat, 18 September 2026 pagi.

Api dilaporkan muncul sejak waktu subuh. Kobaran kemudian membesar hingga membakar bagian dalam bangunan dan menghasilkan kepulan asap tebal yang terlihat dari sekitar lokasi.

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor dari Sektor Leuwiliang dikerahkan untuk melakukan pemadaman.

Baca Juga: Kabel Melintang Rendah di Jalan Raya Parung Bogor Halangi Truk, Aduan Serupa Pernah Masuk 112

Informasi yang dihimpun menyebut api diduga pertama kali terlihat dari bagian belakang bangunan sebelum kemudian menyebar.

Proses penanganan juga sempat berdampak terhadap arus kendaraan di sekitar Leuwiliang. Pengguna jalan harus memperlambat kendaraan karena aktivitas petugas dan armada pemadam berada di sekitar lokasi.

Hingga Jumat siang, belum ditemukan keterangan resmi mengenai penyebab pasti kebakaran maupun nilai kerugian yang ditimbulkan. Belum ada pula laporan resmi mengenai korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Baca Juga: Pemkab dan Ulama Bogor Ketuk Pintu Langit Memohon Hujan di Tengah Kemarau Panjang

 

Bukan Kebakaran Pertama di Leuwiliang Bulan Ini

Kebakaran LeuwiMart menambah daftar kejadian kebakaran yang tercatat di Kecamatan Leuwiliang sepanjang September 2026.

Berdasarkan data resmi layanan kegawatdaruratan Siaga 112 Kabupaten Bogor, kebakaran lahan dilaporkan terjadi di Kecamatan Leuwiliang pada 7 September.

Petugas Damkar Sektor Leuwiliang mendatangi lokasi dan api dinyatakan berhasil dipadamkan.

Baca Juga: Kepala BAPPISUS Tegaskan Proyek PSEL Bogor Raya Harus Dipertanggungjawabkan kepada Rakyat

Sehari kemudian, 8 September 2026, laporan kebakaran kembali masuk. Kali ini sebuah rumah dilaporkan terbakar dengan kondisi api semakin membesar.

Petugas Sektor Leuwiliang kembali diterjunkan dan kebakaran akhirnya dapat dipadamkan.

Dengan demikian, sebelum kebakaran LeuwiMart pada 18 September, sedikitnya dua laporan kebakaran telah tercatat melalui Siaga 112 di wilayah Kecamatan Leuwiliang pada bulan yang sama.

Baca Juga: Kolaborasi Pertamina dan TNI Hijaukan Katasik Ar-Razaq, Tanam Mangga hingga Alpukat

Catatan tersebut tidak berarti ketiga peristiwa memiliki penyebab yang sama. Penyebab kebakaran LeuwiMart masih menunggu hasil pemeriksaan pihak berwenang.

 

Sektor Leuwiliang Juga Ikut Tangani Kebakaran Galuga

Tekanan penanganan kebakaran di kawasan Bogor bagian barat juga terlihat dari peristiwa besar di TPA Galuga, Kecamatan Cibungbulang, yang mulai terbakar pada 7 September 2026.

“Ini titik baru, bukan merembet dari wilayah kota,” kata Yudi.

Petugas saat itu mengerahkan tujuh unit mobil pemadam dengan dukungan tangki air untuk mengepung api dari sejumlah sisi kawasan.

Baca Juga: Kolaborasi Pertamina dan TNI Hijaukan Katasik Ar-Razaq, Tanam Mangga hingga Alpukat

Catatan resmi Siaga 112 bahkan menunjukkan dampak besarnya operasi Galuga terhadap tugas Sektor Leuwiliang.

Pada 9 September, penanganan laporan sarang tawon di Cibungbulang harus dijadwalkan kemudian karena petugas tengah menangani kebakaran TPA Galuga.

 

Pemerintah: Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas

Pemerintah Kabupaten Bogor sebelumnya menegaskan keselamatan masyarakat sebagai prioritas dalam penanganan kebakaran di kawasan Bogor barat.

Ketika menangani kebakaran Galuga, Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi meminta petugas, pemerintah wilayah hingga masyarakat memperkuat koordinasi di lapangan.

“Yang paling utama adalah memastikan keselamatan masyarakat,” ujar Ade.

Baca Juga: Bupati Rudy Susmanto Nonton Film Istimewa bareng Anak-anak Istimewa min

Pemkab Bogor saat itu juga meminta kawasan yang berdekatan dengan titik api disterilkan untuk mencegah masyarakat berada di area berisiko.

Kawasan Galuga memasuki fase baru setelah pembangunan fasilitas PSEL Bogor Raya 1 resmi dimulai pada 17 September 2026, hanya sehari sebelum kebakaran LeuwiMart terjadi di Leuwiliang.

Fasilitas tersebut berada di Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, dan ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2028.

Baca Juga: DPRD Kota Bogor Dorong Optimalisasi PAD di Perubahan APBD 2026

Rangkaian peristiwa tersebut menunjukkan tingginya aktivitas penanganan kebakaran di kawasan barat Kabupaten Bogor dalam beberapa pekan terakhir.

Namun, masing-masing kejadian memiliki karakteristik berbeda dan belum ada dasar untuk menghubungkan penyebab kebakaran satu dengan lainnya.

Untuk laporan kondisi darurat, Pemerintah Kabupaten Bogor menyediakan layanan Bogor Siaga 112. Nomor resmi Damkar Sektor Leuwiliang yang tercantum dalam layanan Pemkab Bogor adalah (0251) 8642333.