POJOKBOGOR.id – Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (BAPPISUS), Aries Marsudiyanto, menegaskan pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya harus dilaksanakan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Menurut Aries, proyek PSEL yang dibangun di kawasan Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, merupakan bagian dari agenda fundamental pembangunan nasional. Pengelolaan sampah, kata dia, berkaitan erat dengan persoalan pangan dan air, energi, teknologi, serta lingkungan.
Hal itu disampaikan Aries saat menghadiri groundbreaking pembangunan PSEL Bogor Raya di kawasan Galuga, Kamis (17/9/2026).
Baca Juga: Kolaborasi Pertamina dan TNI Hijaukan Katasik Ar-Razaq, Tanam Mangga hingga Alpukat
Aries menyebut PSEL merupakan salah satu terobosan yang menggabungkan aspek teknologi, energi, dan lingkungan dalam satu solusi pengelolaan sampah.
Karena itu, ia meminta koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi antarkementerian maupun lembaga terus diperkuat. Langkah tersebut dinilai penting untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang selama ini menjadi hambatan dalam pengelolaan sampah.
"Ini masalah bangsa yang cukup serius. Kalau kita tidak kolaborasi bersama, tidak akan ketemu solusi seperti ini," kata Aries.
Baca Juga: Bupati Rudy Susmanto Nonton Film Istimewa bareng Anak-anak Istimewa min
Ia mengatakan, pemerintah perlu terus membuka ruang komunikasi untuk menyelesaikan setiap persoalan yang muncul selama proses pembangunan.
"Saya sebagai pribadi meng-cover saja dari belakang, menjembatani. Kalau ada permasalahan, kita komunikasikan bersama," ujarnya.
Ingatkan Dana Proyek Rp2,8 Triliun
Dalam kesempatan tersebut, Aries juga mengingatkan bahwa pembangunan PSEL menggunakan dana negara dengan nilai investasi yang disebut mencapai sekitar Rp2,8 triliun.
Karena itu, ia menekankan seluruh tahapan pembangunan harus dikelola secara bertanggung jawab dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Baca Juga: PETA UIKA Bogor Ditutup Meriah, Wabup Beri Kejutan Dua Laptop untuk Mahasiswa Baru
"Proyek pasti memerlukan dana. Proyek ini juga menyerap dana kalau tidak salah Rp2,8 triliun. Ini uang rakyat. Harus dipertanggungjawabkan setiap bidang, setiap departemen, setiap lini," tegasnya.
Aries meminta seluruh pihak yang terlibat mengedepankan pengabdian kepada masyarakat dan tidak menjadikan proyek tersebut sebagai kepentingan pribadi.
"Selalu mengedepankan pengabdian dan pengorbanan kepada rakyat. Jangan ada yang mementingkan keuntungan diri pribadi," katanya.
Ia berharap kehadiran PSEL Bogor Raya dapat menjadi solusi jangka panjang persoalan sampah sekaligus mendukung penyediaan energi bagi masyarakat.
Baca Juga: PSEL Bogor Raya 1 Jadi Percontohan Nasional, Bisa Kelola Sampah 1.500 Ton Sehari
Fasilitas tersebut juga diproyeksikan mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA), menekan emisi, membuka lapangan kerja, serta memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan bagi wilayah Bogor Raya.
"Selama sekian puluh tahun kita melihat sampah ini menjadi urusan yang sangat-sangat urgent. Di sini harus bisa mensinergikan tiga tadi itu," ujar Aries.
Olah 1.500 Ton Sampah per Hari
Pembangunan PSEL Bogor Raya di kawasan Galuga resmi dimulai. Fasilitas ini diproyeksikan mengolah sekitar 1.500 ton sampah baru dari Kota Bogor dan Kabupaten Bogor menjadi energi listrik.
Pada kesempatan yang sama, pemerintah juga meresmikan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi (PSE) Pirolisis yang berkolaborasi dengan TNI Angkatan Darat (AD).
Fasilitas tersebut diproyeksikan mengolah sekitar 1.000 ton sampah lama yang berada di TPA Galuga menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar.
Aries mengatakan pembangunan dan pengolahan sampah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mencari solusi atas persoalan sampah yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
"Alhamdulillah, di era Bapak Prabowo hampir dua tahun ini, dibantu oleh kementerian-kementerian yang terkait, semuanya berpikir keras, inovatif, kreatif, dan terciptalah solusi," pungkasnya. ***



