BOGOR.POJOKSATU.id - Warga Kabupaten Bogor diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kekeringan di tengah kondisi cuaca yang semakin kering.
Berdasarkan pemantauan Stasiun Klimatologi Jawa Barat pada September 2026, Kabupaten Bogor termasuk daerah yang masuk kategori AWAS potensi kekeringan meteorologis.
Status AWAS merupakan tingkat peringatan tertinggi dalam sistem peringatan dini kekeringan meteorologis BMKG.
Data BMKG juga mencantumkan Kabupaten Bogor bersama sejumlah daerah lain di Jawa Barat dalam kategori tersebut.
Kekeringan meteorologis sendiri berkaitan dengan kondisi berkurangnya curah hujan dibandingkan keadaan normal dalam suatu periode.
BMKG menggunakan sejumlah parameter dalam menentukan potensi kekeringan, termasuk hari tanpa hujan serta prakiraan curah hujan.
Dalam ketentuan BMKG, hari tanpa hujan merupakan kondisi ketika curah hujan tercatat kurang dari 1 milimeter per hari.
Meski demikian, status AWAS tidak serta-merta berarti seluruh wilayah Kabupaten Bogor sudah mengalami kekurangan air bersih.
Peringatan tersebut menjadi sinyal agar pemerintah maupun masyarakat lebih siap menghadapi dampak apabila kondisi kering berlangsung lebih lama.
Warga pun diminta mulai menggunakan air secara lebih bijak dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Membakar sampah, membuka lahan menggunakan api maupun meninggalkan sumber api di kawasan kering perlu dihindari.
Sebab, vegetasi dan lahan yang mengering dapat membuat api lebih mudah menjalar ketika kebakaran terjadi.
Masyarakat yang tinggal di wilayah rawan kekurangan air juga disarankan mulai mengantisipasi kebutuhan air bersih.
Selain itu, warga tetap perlu memantau informasi cuaca terbaru karena hujan lokal masih dapat terjadi meski suatu wilayah berada dalam periode kering.
Jadi, status AWAS bukan alasan untuk panik, tetapi menjadi peringatan agar warga Kabupaten Bogor lebih hemat air dan lebih berhati-hati terhadap potensi kebakaran selama musim kering.***



