BOGOR.POJOKSATU.id - Perayaan Hari Jadi Bogor atau HJB ke-544 Kabupaten Bogor tahun 2026 akan terasa berbeda dari biasanya. Tahun 2026 ini, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, dipilih menjadi salah satu pusat perhatian dalam rangkaian perayaan HJB.
Pemilihan Malasari bukan tanpa alasan. Desa yang berada di kawasan barat Kabupaten Bogor itu memiliki nilai sejarah penting bagi perjalanan pemerintahan Kabupaten Bogor.
Di Malasari, dulunya pernah berdiri pendopo pertama Bupati Bogor, Raden Ipik Gandamana. Hal inilah yang membuat Malasari bukan sekadar desa wisata, tetapi juga bagian dari jejak awal pemerintahan Kabupaten Bogor.
Dengan nilai sejarah tersebut, Malasari dianggap sebagai lokasi yang tepat untuk mengingat kembali akar perjalanan Kabupaten Bogor.
Bukan hanya menyimpan cerita masa lalu, Malasari juga dikenal memiliki pesona alam yang kuat.
Hamparan sawah terasering, suasana pedesaan yang masih asri, udara sejuk, hingga keberadaan kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak membuat desa ini memiliki daya tarik wisata tersendiri.
Keindahan alam itu menjadikan Malasari sebagai salah satu destinasi yang mulai dilirik wisatawan, terutama bagi mereka yang ingin menikmati suasana tenang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.
Selain itu, akses menuju Malasari disebut semakin membaik. Kondisi ini membuat potensi wisata dan ekonomi masyarakat setempat semakin terbuka.
Dari tempat bersejarah, kini Malasari juga tumbuh sebagai salah satu hidden gem Kabupaten Bogor yang memiliki nilai budaya, sejarah, dan wisata.
Perayaan HJB ke-544 di Desa Malasari pun menjadi simbol bahwa Kabupaten Bogor tidak hanya besar karena jumlah penduduk dan wilayahnya, tetapi juga karena warisan sejarah serta kekayaan alam yang dimilikinya.
Malasari menjadi pengingat bahwa perjalanan Kabupaten Bogor lahir dari desa-desa yang menyimpan cerita, harapan, dan kebanggaan bagi masyarakatnya.***



