GUNUNG PUTRI, POJOKBOGOR.id – Aksi pencurian sepeda motor kembali meresahkan warga Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.
Kali ini, satu unit Honda Beat Street bernomor polisi F 6500 FKW dilaporkan hilang dari kawasan Klinik Khafidz, Kampung Sanding 2, Desa Bojongnangka, pada Senin, 28 September 2026 sekitar pukul 16.59 WIB.
Aksi tersebut terekam kamera pengawas atau CCTV.
Dalam rekaman yang beredar, terlihat dua orang diduga pelaku berada di sekitar lokasi dan mengincar sepeda motor korban yang terparkir.
Baca Juga: Curanmor Terekam di Ruko Warnet Metland Cileungsi, Pelaku Diduga Sempat Todongkan Benda ke Warga
Mereka disebut mulai beraksi tak lama setelah pemilik kendaraan masuk ke dalam klinik.
Beberapa saat kemudian motor berhasil dibawa meninggalkan lokasi.
Hingga artikel ini disusun, belum ditemukan keterangan resmi terpublikasi dari Polsek Gunung Putri mengenai identitas pelaku, metode yang digunakan untuk membobol kendaraan, maupun apakah sepeda motor tersebut sudah ditemukan.
Karena itu, dua orang dalam rekaman masih tepat disebut diduga pelaku sampai terdapat hasil penyelidikan kepolisian.
Dua Hari Sebelumnya, Motor Juga Hilang di Depan Klinik
Kasus di Bojongnangka menarik perhatian karena hanya berselang dua hari dari kejadian curanmor lain dengan pola lokasi yang hampir serupa.
Pada Sabtu, 26 September 2026 sekitar pukul 20.10 WIB, seorang perempuan kehilangan Honda Beat warna biru hitam yang diparkir di depan Klinik Rabbani, Kampung Gunung Putri Utara, Desa Gunung Putri.
Korban ketika itu masuk ke klinik untuk berobat.
Saat selesai menjalani pengobatan, sepeda motor yang sebelumnya diparkir dalam kondisi setang terkunci sudah tidak berada di tempat.
Kapolsek Gunung Putri Hillal Adi Imawan menjelaskan korban kemudian memeriksa CCTV klinik.
“Dari rekaman tersebut, diduga seorang pria tidak dikenal mengambil sepeda motor dengan cara merusak bagian kunci kontak menggunakan alat yang diduga kunci Letter T,” jelas Hillal dalam keterangan yang dipublikasikan Minggu, 27 September 2026.
Dengan demikian, dalam kurun sekitar dua hari, terdapat dua laporan kehilangan Honda Beat di lingkungan klinik pada wilayah Kecamatan Gunung Putri.
Belum ada keterangan polisi yang menyatakan dua kejadian tersebut saling berkaitan.
Kasus Klinik Rabbani Berhasil Terungkap Setelah Motor Dipergoki di Jalan
Dalam kasus 26 September, kendaraan korban akhirnya terlihat kembali sekitar satu jam setelah hilang.
Anak korban bersama rekannya disebut melihat sepeda motor tersebut melintas di kawasan Wanaherang sekitar pukul 21.00 WIB.
Keduanya kemudian mengikuti kendaraan hingga Kampung Pabuaran, Desa Cicadas.
Warga yang mendengar teriakan meminta bantuan ikut mengamankan seorang pria yang membawa sepeda motor tersebut sebelum petugas Polsek Gunung Putri datang.
Polisi mengamankan seorang pria berinisial R alias D beserta Honda Beat milik korban.
Baca Juga: Hendak Curi Motor, Tiga Pelaku Curanmor di Leuwiliang Bogor Justru Kena Bogem Warga
Dalam pemberitaan lanjutan, pria tersebut diduga terlibat sebagai penadah kendaraan hasil curanmor dan perkara kemudian ditangani Polsek Gunung Putri.
Kasus itu menunjukkan pentingnya rekaman CCTV, ciri kendaraan dan respons cepat korban ketika motor diketahui hilang.
September, Beat Beberapa Kali Jadi Sasaran di Gunung Putri
Rentetan kehilangan sepeda motor di Gunung Putri tidak hanya terjadi di depan klinik.
Pada Minggu, 20 September 2026, Honda Beat bernomor polisi F 4359 FHN juga dilaporkan hilang di Jalan Melati, Desa Wanaherang.
Motor disebut hanya ditinggalkan beberapa menit di depan rumah sebelum diketahui sudah tidak berada di tempat.
Kemudian pada 26 September terjadi kasus di depan Klinik Rabbani.
Baca Juga: Aksi Curanmor Bersenpi Berhasil Digagalkan Warga dan Petugas di Gunung Putri Bogor
Dua hari setelahnya, Beat Street F 6500 FKW dilaporkan hilang di Klinik Khafidz, Bojongnangka.
Rangkaian tersebut tidak otomatis menunjukkan bahwa pelakunya berasal dari kelompok yang sama.
Namun, kejadian dalam jarak waktu berdekatan memperlihatkan pentingnya pengamanan tambahan ketika kendaraan ditinggalkan, bahkan hanya dalam waktu singkat.
Pelaku di Klinik Khafidz Disebut Datang Berdua
Dalam kasus terbaru, CCTV menjadi petunjuk utama.
Informasi awal menyebut terdapat dua orang yang diduga terlibat.
Rekaman menunjukkan keduanya berada di sekitar lokasi dan tampak memperhatikan kendaraan korban setelah pemilik memasuki klinik.
Belum diketahui apakah kedua orang tersebut datang menggunakan satu sepeda motor, siapa yang mengambil kendaraan korban, serta ke arah mana mereka melarikan diri.
Baca Juga: Parung Bogor Rawan Curanmor, 2 Unit Motor Hilang Sekaligus Dalam Semalam!
CCTV lain di sepanjang Kampung Sanding 2 maupun akses keluar Bojongnangka berpotensi menjadi bahan tambahan bagi penyelidikan apabila rekamannya tersedia.
Nomor polisi kendaraan korban, F 6500 FKW, juga menjadi salah satu informasi penting apabila kendaraan masih digunakan dengan pelat yang sama.
Parkir Sebentar Tetap Berisiko
Dua kejadian di area klinik menunjukkan satu kesamaan.
Korban meninggalkan motor untuk menjalankan aktivitas di dalam bangunan.
Pada kasus Klinik Rabbani, korban sedang berobat.
Dalam kasus Klinik Khafidz, motor disebut menjadi sasaran sesaat setelah korban masuk ke klinik.
Situasi seperti ini dapat memberikan kesempatan ketika pelaku telah mengamati kendaraan dan pergerakan pemiliknya.
Baca Juga: Polisi Tangkap Sindikat Curanmor Mulai dari Bogor Hingga Jakarta, 53 Motor Curian Diamankan
Kapolsek Gunung Putri sebelumnya mengingatkan masyarakat meningkatkan pengamanan kendaraan.
“Masyarakat diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan pengamanan tambahan saat memarkirkan kendaraan. Jika mengalami atau mengetahui tindak pidana, segera laporkan kepada pihak kepolisian,” ujar Hillal, Minggu, 27 September 2026.
Kunci Ganda Jadi Lapisan Tambahan
Penggunaan kunci setang standar tidak selalu cukup ketika pelaku membawa alat untuk merusak rumah kunci.
Dalam kasus Klinik Rabbani, polisi menduga bagian kontak kendaraan dirusak menggunakan alat menyerupai kunci Letter T.
Karena itu, kunci cakram, pengunci roda maupun perangkat tambahan lain dapat menambah waktu yang dibutuhkan untuk membawa kendaraan.
Waktu tambahan tersebut bisa menjadi penting di lokasi yang memiliki penjaga, CCTV atau lalu lintas orang cukup tinggi.
Pengendara juga dapat memilih area yang mudah terlihat dari dalam bangunan atau dekat petugas keamanan apabila tersedia.
Rekaman CCTV Kini Jadi Petunjuk Utama
Dalam kasus Bojongnangka, perhatian berikutnya berada pada identifikasi dua orang yang terekam CCTV.
Wajah, pakaian, kendaraan yang digunakan menuju lokasi, arah kedatangan dan arah pelarian dapat menjadi petunjuk apabila kualitas video memungkinkan.
Keterangan pemilik klinik, korban dan warga yang berada di sekitar lokasi pada pukul 16.59 WIB juga dapat melengkapi rekaman tersebut.
Sampai terdapat keterangan terbaru dari kepolisian, Honda Beat Street F 6500 FKW masih dilaporkan hilang berdasarkan informasi awal yang beredar.
Kasus itu sekaligus menambah daftar curanmor di Gunung Putri pada September 2026.
Dalam dua kejadian hanya berselang dua hari, lokasi yang semestinya menjadi tempat orang berobat justru dimanfaatkan sebagai titik untuk mengincar kendaraan yang ditinggalkan pemiliknya.



