BOGOR.POJOKSATU.id - Pengusaha jalan tol Mohammad Jusuf Hamka atau yang dikenal dengan sapaan Babah Alun mulai menjajaki rencana pembangunan ruas jalan tol baru di wilayah Kabupaten Bogor.
Rencana tersebut mencakup pembangunan Tol Sawangan–Bojonggede yang akan diteruskan hingga kawasan Salabenda. Infrastruktur ini juga diproyeksikan terhubung dengan jaringan Tol Bogor Outer Ring Road atau BORR.
Rencana pembangunan tol tersebut dibahas dalam pertemuan antara Jusuf Hamka dan Bupati Bogor Rudy Susmanto di Pendopo Bupati Bogor, Cibinong, pada Rabu, 5 Agustus 2026.
Jusuf Hamka mengatakan, kunjungannya ke Pemerintah Kabupaten Bogor masih dalam tahap penjajakan awal. Pertemuan itu membahas peluang pembangunan jalan tol yang menghubungkan Sawangan, Bojonggede, dan Salabenda.
“Pertemuan kita mau bangun jalan tol yang dari Sawangan ke Bojonggede, Bojonggede ke Salabenda,” ujar Jusuf Hamka seusai pertemuan.
Menurutnya, ruas tersebut tidak hanya berhenti di Salabenda. Jalan tol yang direncanakan nantinya akan disambungkan dengan Tol BORR agar konektivitas antarkawasan di Bogor semakin luas.
Setelah tersambung dengan BORR, Jusuf Hamka juga menyampaikan rencana pengembangan jalur menuju kawasan Caringin. Namun, seluruh rencana tersebut masih membutuhkan pembahasan lebih lanjut bersama pemerintah daerah dan pihak terkait.
Pertemuan antara Jusuf Hamka dan Pemkab Bogor belum menghasilkan kesepakatan resmi maupun keputusan pembangunan. Kedua belah pihak baru membicarakan gambaran awal dan potensi pengembangan jaringan tol di Kabupaten Bogor.
Pembahasan teknis mengenai trase, kebutuhan lahan, skema pembangunan, perizinan, serta tahapan pelaksanaan rencananya akan dilanjutkan pada pekan berikutnya.
Apabila terealisasi, Tol Bojonggede–Sawangan–Salabenda diharapkan dapat membuka akses baru, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mengurangi beban lalu lintas di sejumlah jalan utama.
Tol tersebut juga berpotensi memperkuat konektivitas antara Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Depok, dan wilayah sekitarnya. Meski demikian, kepastian pembangunan masih menunggu hasil pembahasan teknis dan kesepakatan resmi para pihak.***



