BOGOR.POJOKSATU.id - Kawasan wisata Puncak Bogor kembali menjadi sorotan publik. Kali ini bukan karena kemacetan panjang, melainkan dugaan praktik pungutan liar atau pungli parkir yang dikeluhkan wisatawan.

Keluhan tersebut ramai dibicarakan setelah seorang netizen menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke salah satu lokasi di kawasan Puncak.

Dalam unggahan yang beredar, netizen itu mengaku melihat adanya tulisan “PARKIR GRATIS” di area tersebut. Namun, saat hendak keluar dari lokasi parkir, tetap ada oknum yang meminta uang parkir.

Oknum tersebut disebut meminta uang sambil meniup peluit, seolah-olah sedang mengatur kendaraan pengunjung.

“Sudah jelas ada tulisan parkir gratis, tapi pas mau keluar tetap dimintai uang,” tulis salah satu netizen yang mengeluhkan kejadian tersebut.

Praktik seperti ini membuat sejumlah wisatawan merasa tidak nyaman. Sebab, pengunjung merasa dipaksa membayar meski sejak awal sudah ada keterangan bahwa parkir di lokasi tersebut gratis.

Keluhan itu kemudian memancing respons dari warganet lain. Banyak yang mengaku pernah mengalami kejadian serupa saat berkunjung ke kawasan wisata, termasuk di Puncak Bogor.

Sebagian netizen menyebut, pungli parkir seperti ini sering terjadi di tempat-tempat ramai, terutama saat akhir pekan atau musim liburan.

“Kalau memang gratis, ya harus benar-benar gratis. Jangan sampai ada yang minta-minta lagi di pintu keluar,” tulis warganet lainnya.

Dugaan pungli parkir ini dinilai meresahkan karena bisa menimbulkan kesan buruk bagi wisatawan.

Puncak Bogor selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi favorit warga Jabodetabek untuk berlibur, menikmati udara sejuk, kuliner, hingga pemandangan alam.

Namun, kenyamanan wisatawan bisa terganggu jika masih ada oknum yang memanfaatkan situasi untuk meminta uang parkir secara tidak jelas.

Warganet juga menilai persoalan seperti ini tidak bisa dianggap sepele. Meski nominal uang parkir yang diminta mungkin tidak besar, cara meminta yang terkesan memaksa membuat pengunjung merasa dipalak.

“Bukan soal besar kecil uangnya, tapi kalau caranya maksa jadi enggak nyaman,” komentar salah satu netizen.

Banyak pihak berharap pengelola tempat wisata maupun aparat terkait bisa lebih tegas menertibkan praktik pungli parkir.

Jika sebuah lokasi memang mencantumkan parkir gratis, maka pengunjung seharusnya tidak lagi dimintai bayaran oleh pihak mana pun.

Pengawasan juga dinilai perlu diperketat, terutama di titik-titik wisata yang ramai dikunjungi saat akhir pekan dan libur panjang.

Selain merugikan wisatawan, pungli parkir juga dikhawatirkan dapat merusak citra kawasan Puncak sebagai destinasi wisata unggulan di Kabupaten Bogor.

“Kalau dibiarkan, wisatawan bisa kapok datang lagi. Yang rusak bukan cuma kenyamanan, tapi juga nama baik Puncak dan pemilik usaha,” tulis netizen lainnya.

Fenomena ini menjadi pengingat bagi pengelola kawasan wisata agar memastikan informasi parkir benar-benar jelas dan diterapkan di lapangan.

Masyarakat juga diimbau berani melaporkan jika menemukan praktik pungli parkir, terutama jika ada tulisan parkir gratis namun tetap diminta uang oleh oknum tertentu.

Kini, publik berharap keluhan wisatawan soal parkir gratis tetapi tetap dimintai uang ini tidak hanya ramai di media sosial, melainkan juga ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.***