POJOKBOGOR.id - Pemerintah Kabupaten Bogor menyiapkan ratusan juta rupiah untuk warga terdampak ledakan Gudang Amunisi Daerah (Gudmurah) Kodam Jaya di Desa Ciangsana, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor Teuku Mulya menjelaskan, pihaknya saat ini telah mencairkan bantuan untuk 10 unit rumah terdampak, dengan masing-masing mendapat Rp17 juta.

"Bantuanya berupa dana sejumlah yang rusak berdasarkan perkiraan asesmen," ungkap Teuku Mulya, Minggu, 12 Mei 2024.

Baca Juga: Dosen UI dan IPB Apresiasi Program Pendidikan Raendi Rayendra di Kota Bogor

Bantuan tersebut berasal dari anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) APBD Kabupaten Bogor tahun anggaran 2024.

Saat ini Pemerintah Kabupaten Bogor masih melakukan asesmen terhadap rumah-rumah di permukiman maupun klaster yang terdampak ledakan.

"Pemukiman dan klaster intinya (bantuannya) sama saja. Yang lainnya sedang kita asesmen," ujarnya.

Baca Juga: KH Asep Maoshul Affandy Deklarasi Dukung Penuh Dokter Rayendra Maju Pilwalkot Kota Bogor

Pemerintah Kabupaten Bogor mencatat terdapat 45 rumah di permukiman yang terdampak ledakan. Namun, 11 rumah diantaranya, pemiliknya memilih untuk memperbaiki kerusakan secara mandiri.

Sehingga, terdapat 34 rumah yang menjadi sasaran pemberian bantuan, sebanyak 10 unit diantaranya telah diberikan bantuan.

Pemerintah Kabupaten Bogor juga mencatat sebanyak 172 rumah di perumahan klaster turut terdampak ledakan gudang amunisi.

Baca Juga: PCNU Kota Bogor Puji Dokter Rayendra, Sindir Bima Arya

"Yang 172 rumah belum kita asesmen, sedang kita lakukan sekarang," kata Teuku Mulya.

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meminta maaf kepada masyarakat atas peristiwa meledaknya Gudang Amunisi Daerah (Gudmurah) Kodam Jaya pada 3 Maret 2024.

"Kami mengucapkan permohonan maaf kepada masyarakat khususnya, atas kejadian ini," kata Maruli saat memberikan keterangan kepada awak media di Gunungputri.

Ia mengaku bersyukur karena tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ledakan tersebut, meski ada ratusan masyarakat yang mengungsi karena alasan keamanan.

Baca Juga: 5 Program Pendidikan Jadi Prioritas Dokter Rayendra di Kota Bogor, Ada Internet Gratis

Menurut dia, gudang tersebut menyimpan amunisi-amunisi disposal atau yang tergolong dimusnahkan. Pihaknya segera memilah kembali jenis amunisi agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

"Kondisi terkini lokasi kejadian sudah rusak, hancur semua. Ke depan jenis amunisi akan dipilah, tadinya disatukan, karena berbagai macam jenis dan tentunya bakal dievaluasi," ungkap Maruli.

Kemudian, kata dia mengenai kelayakan gudang amunisi masih terbilang aman karena dibangun pada tahun 2.000. Dari total 10 gudang, hanya 1 gudang yang meledak dan 6 terbakar. ***