POJOKBOGOR.id - Bupati Bogor Iwan Setiawan mengevaluasi upaya penanganan kekeringan dan distribusi air bersih kepada masyarakat di Kantor BPBD Kabupaten Bogor, Senin (4/9).

Bupati Iwan menyebutkan, kekeringan dampak fenomena El Nino kali ini telah dirasakan masyarakat di 109 desa dari 27 kecamatan se-Kabupaten Bogor.

"Air bersih yang sudah didistribusikan kepada masyarakat sekitar 1,9 juta liter. Air itu digunakan untuk kepentingan MCK masyarakat yang krisis air bersih," kata Iwan.

Baca Juga: Siapkan Sumur Bor, Pemkab Bogor Kirimkan 90 Ribu Air Bersih untuk Masyarakat Terdampak Kekeringan

Iwan menyebut, kemarau tahun ini masih akan berlangsung hingga Oktober 2023. Pemkab Bogor pun ingin memastikan ketersediaan air bersih untuk diberikan kepada masyarakat.

"Pemkab Bogor juga menggandeng sekitar 20 perusahaan swasta yang memiliki usaha air curah di Kabupaten Bogor, untuk membantu," tegas Iwan.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Burhanudin memerintahkan BPBD menambah armada truk tangki air untuk didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan air bersih. Burhan menyebut, Pemkab Bogor memiliki 18 unit truk tangki air yang dapat dikerahkan.

Baca Juga: Kekeringan, 7 Hektare Sawah di Kabupaten Bogor Gagal Panen

"Bisa digunakan itu dari damkar 10 unit, BPBD 4 unit, PDAM 3 unit dan PMI 1 unit. BPBD juga segera ajukan kebutuhan biayanya segera ajukan. Kita masih punya alokasi Belanja Tidak Terduga (BTT) Rp50 miliar yang bisa dipakai," tegas Burhan.

Burhan memerintah, bantuan air bersih segera didistribusikan mulai Selasa (29/9), meski beberapa wilayah Kabupaten Bogor mulai diguyur hujan. Bahkan, Burhan memerintahkan BPBD mengajukan dana BTT untuk estimasi kebutuhan selama satu bulan ke depan.

"Kita antisipasi hal terburuk jika kemarau berlangsung lebih lama. Menurut BMKG kan kemarau sampai September masih berlangsung, jadi coba BPBD hitung kebutuhan untuk penanggulangan kemarau selama satu bulan ke depan," jelas Burhan. ***