BOGOR.POJOKSATU.id - Momen perayaan ulang tahun Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran yang ke-54 menjadi sorotan publik di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah.
Sorotan muncul setelah beredar narasi di media sosial yang memperlihatkan adanya kegiatan perayaan bersama sejumlah pejabat.
Dalam narasi yang beredar, momen tersebut disebut diisi dengan kegiatan potong tumpeng dan suasana kebersamaan para pejabat.
Kondisi itu kemudian dibandingkan dengan situasi masyarakat yang tengah menghadapi dampak kebakaran dan kabut asap.
Tak sedikit warganet mempertanyakan kepantasan digelarnya suasana perayaan ketika penanganan bencana masih menjadi pekerjaan besar pemerintah daerah.
Apalagi, karhutla bukan persoalan ringan. Kebakaran lahan dapat berdampak terhadap kesehatan warga, kualitas udara hingga aktivitas masyarakat sehari-hari.
Karena itu, masyarakat berharap pemerintah daerah lebih memprioritaskan penanganan di lapangan, mulai dari pemadaman titik api, perlindungan masyarakat terdampak hingga memastikan bantuan tersedia ketika dibutuhkan.
Kritik yang muncul pun tidak hanya menyoroti soal perayaan ulang tahun.
Publik juga mempertanyakan sensitivitas pejabat terhadap situasi yang sedang dihadapi masyarakat.
Di tengah bencana, kehadiran pemimpin di lapangan dinilai penting untuk menunjukkan bahwa pemerintah benar-benar hadir bersama warga.***



