POJOKBOGOR.ID – Kabar tentang percepatan penerbitan SKTP Maret 2026 membuat banyak guru mulai mengecek kembali data mereka di Dapodik.

Hal ini wajar, karena dokumen SKTP menjadi syarat utama pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG).

Namun di lapangan, tidak sedikit Bapak/Ibu guru yang mengalami kendala.

Salah satu yang paling sering terjadi adalah tunjangan profesi guru telat cair karena data Dapodik bermasalah.

Baca Juga: THR 2026 Tak Cair Utuh? Ini Aturan Pajak dan Cara Menghitung Potongannya

Masalah ini sebenarnya sering dianggap sepele, padahal dampaknya bisa cukup serius.

Jika SKTP tidak terbit tepat waktu, maka tunjangan sertifikasi yang seharusnya diterima guru juga ikut tertunda.

Nah, supaya hal ini tidak terjadi, yuk kita bahas beberapa kesalahan yang sering muncul saat sinkronisasi Dapodik.

Data Jam Mengajar Tidak Sesuai

Kesalahan pertama yang sering terjadi adalah ketidaksesuaian jam mengajar.

Baca Juga: Ini Penjelasan Resmi DJP Soal Pajak THR Dipotong, Ternyata Bukan Menambah Beban

Bapak/Ibu tentu sudah tahu bahwa guru bersertifikasi harus memenuhi minimal 24 jam tatap muka per minggu.

Jika data ini tidak tercatat dengan benar di Dapodik, sistem bisa menganggap beban kerja tidak memenuhi syarat.

Akibatnya, status di Info GTK tidak valid dan SKTP tidak bisa diterbitkan.

Karena itu, penting sekali memastikan data rombongan belajar, mapel yang diampu, serta jumlah jam mengajar sudah benar sebelum sinkronisasi dilakukan.

Data Kepegawaian Belum Diperbarui

Kesalahan kedua yang sering muncul adalah data kepegawaian yang belum diperbarui.

Misalnya ada guru yang:

1. pindah sekolah

2. mutasi antar daerah

3. perubahan status kepegawaian

4. atau pensiun

Baca Juga: Tidak Semua Guru Harus Sinkronisasi Dapodik Sebelum 7 Maret, Ini Penjelasan Sistem Otomatis yang Tetap Membaca Data Jika Tidak Ada Perubahan

Jika perubahan tersebut belum diinput di Dapodik, sistem pusat akan membaca data lama.

Nah, kondisi ini sering membuat validasi SKTP gagal.

Jadi, kalau ada perubahan status, sebaiknya segera koordinasikan dengan operator sekolah agar datanya langsung diperbarui.

Sinkronisasi Dilakukan Tanpa Mengecek Data

Kadang karena terburu-buru, sinkronisasi dilakukan tanpa mengecek data secara menyeluruh.

Padahal, sebelum melakukan sinkronisasi, sebaiknya Bapak/Ibu memastikan beberapa hal penting, seperti:

1. data pribadi guru

2. riwayat pendidikan

3. sertifikat pendidik

4. rombongan belajar

5. beban kerja

Langkah kecil ini sebenarnya bisa mencegah banyak masalah administrasi di kemudian hari.

Tidak Mengecek Info GTK Secara Berkala

Setelah sinkronisasi dilakukan, langkah berikutnya yang sering terlupakan adalah mengecek Info GTK.

Padahal dari sinilah guru bisa mengetahui apakah datanya sudah valid atau masih perlu perbaikan.

Baca Juga: PERINGATAN! Kemarau Tahun 2026 Bakal Lebih Panjang Durasinya

Jika status di Info GTK belum valid, biasanya sistem memberikan keterangan apa yang perlu diperbaiki.

Jadi jangan menunggu terlalu lama, segera lakukan perbaikan jika ditemukan kendala.

Yuk Lebih Proaktif Mengecek Data

Bapak/Ibu guru tentu berharap tunjangan profesi cair tepat waktu.

Karena itu, memastikan data Dapodik tetap valid menjadi langkah yang sangat penting.

Dengan mengecek data lebih awal, berkoordinasi dengan operator sekolah, serta memantau Info GTK secara berkala, proses penerbitan SKTP 2026 bisa berjalan lebih lancar.

Intinya sederhana saja, jangan menunggu sampai ada masalah baru mulai mengecek data.

Lebih baik kita cek dari sekarang, supaya nanti saat jadwal pencairan tiba, tunjangan profesi bisa diterima tanpa hambatan.***