POJOKBOGOR.ID – Bapak/Ibu, siapa yang kemarin langsung cek rekening begitu dengar kabar TPG 2026 cair?

Lalu kaget karena nominalnya terasa “beda” dari hitungan kasar di kepala? Tenang, Anda tidak sendirian.

Banyak guru mengira tunjangan profesi guru (TPG) akan masuk utuh sesuai nominal sertifikasi.

Padahal, sebelum sampai ke rekening, ada potongan yang memang sudah diatur, terutama PPh (Pajak Penghasilan) dan iuran tertentu seperti BPJS sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga: TPG Non ASN Banyak Muncul di Kisaran 1,8 Juta, ASN Bisa Berbeda Sesuai Gaji Pokok, Ini Cara Guru Memastikan Kategori dan Hak Tidak Tertukar

Supaya tidak salah paham dan bisa menyusun rencana keuangan dengan tenang, yuk kita hitung bareng-bareng.

Kenapa TPG 2026 Dipotong?

Perlu dipahami dulu, TPG adalah penghasilan tambahan yang secara aturan termasuk objek pajak.

Jadi, wajar jika ada potongan PPh sesuai golongan dan status.

Baca Juga: Teddy Ungkap Fakta! Insentif Guru Honorer Baru Naik di Era Prabowo Subianto Setelah 20 Tahun, Ini Penjelasannya

Secara umum, potongan yang sering muncul adalah:

1. PPh Pasal 21 (besarannya berbeda tergantung golongan dan penghasilan)

2. Iuran/BPJS sesuai ketentuan yang berlaku

Jadi kalau Bapak/Ibu melihat nominal masuk lebih kecil, itu bukan karena “hilang”, tapi memang sudah dikurangi kewajiban pajak dan iuran.

Contoh Hitung Sederhana Biar Tidak Bingung

Biar kebayang, kita pakai simulasi sederhana ya.

Misalnya Bapak/Ibu menerima TPG kotor sebesar Rp3.000.000.

Kalau potongan total sekitar 6% (misalnya 5% PPh + 1% iuran), maka:

6% x 3.000.000 = Rp180.000

Berarti yang masuk ke rekening sekitar Rp2.820.000.

Baca Juga: Segini Perkiraan THR ASN di Priangan Timur 2026, Catat Jadwal Cairnya

Kalau potongannya 15% (tergantung golongan dan ketentuan pajak), maka:

15% x 3.000.000 = Rp450.000

Nominal bersih sekitar Rp2.550.000 (belum termasuk potongan lain jika ada).

Nah, di sinilah sering muncul rasa kaget. Karena kita cenderung menghitung angka kotor, padahal yang masuk sudah bersih.

Kenapa Potongan Bisa Berbeda Antar Guru?

Ini juga sering jadi pertanyaan di grup guru: “Kok saya dipotong lebih besar?”

Beberapa faktor yang memengaruhi:

1. Golongan dan gaji pokok

2. Status ASN atau non ASN

3. Kepemilikan NPWP

4. Total penghasilan dalam setahun (akumulasi pajak)

5. Kebijakan daerah terkait teknis pemotongan

Jadi wajar kalau nominal bersih tiap guru tidak sama, meskipun sama-sama menerima TPG 2026.

Biar Tidak Salah Paham, Lakukan Ini Yuk

Supaya Bapak/Ibu lebih tenang, ada beberapa langkah sederhana:

1. Catat nominal kotor dan bersih

Biasakan simpan riwayat transfer dan bandingkan dengan ketentuan potongan.

2. Pahami estimasi potongan pribadi

Coba hitung persentase potongan dari nominal masuk.

Dengan begitu, Bapak/Ibu punya gambaran untuk bulan berikutnya.

Baca Juga: Warung Lapo di Terminal Cibinong Kena Sikat Polres Bogor Gegara Nekat Jual Miras Saat Ramadhan

3. Jangan langsung curiga sistem salah

Selama potongan masih dalam rentang wajar sesuai pajak dan iuran, biasanya itu normal.

4. Susun rencana keuangan dari angka bersih, bukan kotor

Ini penting. Jangan membuat rencana belanja dari angka sebelum potongan, nanti malah tekor.

TPG Tetap Hak Profesional, Tapi Perlu Disikapi Realistis

TPG 2026 memang menjadi hak profesional guru.

Namun karena masuk dalam sistem penghasilan resmi, potongan pajak adalah bagian dari aturan yang tidak bisa dihindari.

Yang penting, Bapak/Ibu tidak lagi kaget ketika nominal masuk berbeda dari perkiraan awal.

Dengan memahami cara hitungnya, kita bisa lebih bijak mengatur keuangan apalagi menjelang Ramadan dan kebutuhan sekolah yang biasanya meningkat.

Semoga setelah ini, tidak ada lagi yang panik lihat angka di rekening.

Yuk, kita hadapi dengan kepala dingin dan hitungan yang jelas.***