POJOKBOGOR.ID – Menjelang batas waktu sinkronisasi Dapodik sebelum 7 Maret 2026, banyak Bapak/Ibu guru mulai bertanya-tanya: apakah semua guru wajib melakukan sinkronisasi?
Pertanyaan ini wajar muncul, apalagi setelah muncul pemberitahuan terkait percepatan validasi data tunjangan guru karena bulan Maret dipenuhi banyak libur nasional dan cuti bersama.
Namun sebenarnya ada satu hal yang sering disalahpahami.
Tidak semua guru harus melakukan sinkronisasi Dapodik.
Baca Juga: Kenapa THR Pekerja Swasta Dipotong Pajak, ASN dan TNI-Polri Tidak? Ini Penjelasan Resminya
Jika tidak ada perubahan data, sistem justru akan tetap membaca data sebelumnya secara otomatis.
Nah, supaya tidak bingung, yuk kita pahami penjelasannya.
Sinkronisasi Dapodik Hanya Jika Ada Perubahan Data
Pertama yang perlu dipahami, sinkronisasi Dapodik dilakukan ketika ada perubahan data.
Misalnya saja seperti:
1. perubahan jam mengajar
2. perubahan rombongan belajar
3. tambahan tugas tambahan seperti wakil kepala sekolah
4. perubahan status kepegawaian
5. pembaruan data pribadi atau rekening
Jika Bapak/Ibu mengalami perubahan seperti ini, maka data memang perlu diperbarui dan disinkronkan agar sistem pusat bisa membaca data terbaru.
Namun jika tidak ada perubahan apa pun, sebenarnya tidak perlu melakukan sinkronisasi.
Sistem Tetap Membaca Data Sebelumnya
Hal ini karena sistem Dapodik dan Info GTK memiliki mekanisme pembacaan data otomatis.
Jika tidak ada sinkronisasi baru, sistem akan tetap membaca data terakhir yang sudah tersimpan sebelumnya.
Baca Juga: Kabar Gembira ASN! PMK THR Lebaran 2026 Sudah Terbit, Ini Mekanisme Pencairannya
Biasanya data tersebut berasal dari sinkronisasi bulan sebelumnya, misalnya data Februari.
Jadi Bapak/Ibu tidak perlu khawatir data akan hilang atau tidak terbaca oleh sistem.
Justru jika terlalu banyak sekolah melakukan sinkronisasi secara bersamaan tanpa alasan yang jelas, server bisa menjadi lebih berat.
Makanya dalam beberapa informasi teknis, sinkronisasi hanya dianjurkan jika memang ada perubahan data.
Tetap Cek Data Penting di Dapodik
Meski tidak semua guru perlu sinkronisasi, ada baiknya Bapak/Ibu tetap mengecek beberapa data penting di Dapodik.
Beberapa data yang biasanya perlu diperhatikan antara lain:
1. beban kerja dan jam mengajar
2. rombongan belajar
3. tugas tambahan
4. status kepegawaian
5. data pribadi dan rekening
Kalau semuanya sudah sesuai, artinya data tersebut sudah siap diproses dalam tahap validasi.
Langkah kecil seperti ini sering membantu mencegah masalah administrasi yang bisa mempengaruhi penerbitan SKTP atau pencairan tunjangan guru.
Peran Operator Sekolah Sangat Penting
Dalam proses ini, operator Dapodik di sekolah memegang peran penting.
Operator biasanya menjadi pihak yang melakukan input data, memperbarui informasi guru, hingga melakukan sinkronisasi ke server pusat.
Baca Juga: Dedie Rachim Ingatkan Soal Kebocoran Tabung Gas, Sampai Telan Nyawa Korban Seorang Balita
Karena itu, koordinasi antara guru dan operator sekolah sangat diperlukan.
Jika ada perubahan data, sebaiknya segera diinformasikan agar bisa diperbarui sebelum batas waktu validasi.
Yuk Lebih Tenang dan Cek Data Secukupnya
Bapak/Ibu guru tidak perlu panik ketika mendengar batas sinkronisasi Dapodik sebelum 7 Maret.
Yang terpenting sebenarnya bukan sekadar melakukan sinkronisasi, tetapi memastikan data guru yang tersimpan di Dapodik benar dan valid.
Kalau memang tidak ada perubahan data, biarkan sistem membaca data sebelumnya.
Tapi kalau ada perubahan, sebaiknya segera diperbarui bersama operator sekolah.
Dengan cara ini, proses validasi data bisa berjalan lancar dan peluang penerbitan SKTP serta pencairan tunjangan guru juga semakin besar.***




