BOGOR.POJOKSATU.id - Kasus dugaan kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta, tengah menjadi perhatian publik.
Peristiwa ini mencuat setelah aparat kepolisian melakukan penggerebekan di lokasi pada Sabtu (25/4), yang kemudian memicu perbincangan luas di media sosial.
Seiring mencuatnya kasus tersebut, informasi terkait pihak-pihak yang berada di balik pengelolaan daycare ikut tersebar, termasuk struktur organisasi yayasan yang menaungi lembaga tersebut.
Salah satu akun media sosial turut membagikan daftar nama pengurus dan tenaga yang terlibat dalam operasional daycare tersebut.
Dari data yang beredar, lembaga ini memiliki struktur yang cukup lengkap, mulai dari dewan pembina, pengurus yayasan, hingga tenaga pendidik dan tim kesehatan.
“Struktur organisasinya cukup lengkap, mulai dari pembina hingga tenaga pengasuh di lapangan,” demikian informasi yang beredar di media sosial.
Dalam susunan tersebut, terdapat posisi Ketua Dewan Pembina, penasihat, ketua yayasan, hingga kepala sekolah yang mengelola operasional pendidikan.
Selain itu, terdapat pula tim kesehatan yang terdiri dari dokter, perawat, dan bidan, serta tenaga pendidik dan pengasuh anak yang bertugas sehari-hari.
Tidak hanya itu, tim pendukung seperti bagian administrasi, kerumahtanggaan, hingga keamanan juga tercatat sebagai bagian dari operasional lembaga tersebut. Berikut data lengkapnya!
Ketua Dewan Pembina Yayasan: Rafid Ihsan Lubis, SH.
Penasihat Yayasan: Dr Cahyaningrum Dewojati, MHum.
Ketua Yayasan: Diyah Kusumastuti, SE.
Bendahara Yayasan: Filda Kamila
Sekretaris Yayasan: Wong Nga Liem, SH.
Kepala Sekolah: Anita Palupy Indahsari, SPd.
Penanggungjawab Kurikulum: Sri Rukmini
Admin Sekolah: Wijayanti Puspita Rini SE dan Dina Dwi Septiyani, SIP.
Tim Kesehatan dan Profesi
Tim Profesi Kesehatan: dr Ferayanti Widyaningsih
Perawat: Sri Rejeki, Cintia Kurnia Kumalasari, Puspita Anggraini, Saffa Utami
Bidan: Listiarini
Tenaga Pendidik dan Pengasuh (Daycare)
Guru TK: Tya, Nita, Ana, dan Sara
Staf Daycare: Mifta, Rema, Yulia, Silka, Heny, Hema, Tami, Evi, Fatim, Thalia, Yaya, Zikrul, Ida, dan Nanda.
Tim Pendukung
Kerumahtanggaan: Wuri Utami dan Riani Farmasis
Satpam : Arif Muhaimin.
Kasus ini menimbulkan keprihatinan di tengah masyarakat, terutama terkait pengawasan dan keamanan di lingkungan penitipan anak.
Banyak pihak mendorong agar proses hukum berjalan transparan dan menyeluruh, serta menjadi evaluasi terhadap sistem pengawasan daycare ke depan.
Hingga saat ini, penanganan kasus masih berlangsung dan pihak berwenang terus melakukan pendalaman untuk mengungkap fakta-fakta yang terjadi. ***



