BOGOR.POJOKSATU.id - Pihak Ruben Onsu akhirnya angkat bicara terkait isu yang menyebut dirinya tidak menunaikan kewajiban finansial kepada mantan istrinya, Sarwendah.
Klarifikasi ini muncul setelah mencuatnya kasus debt collector yang sempat menyeret nama Ruben dan memicu opini negatif di publik.
Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, menunjukkan serangkaian bukti transfer sebagai bentuk transparansi. Ia menegaskan, sejak resmi bercerai, Ruben tetap memberikan dukungan finansial dalam jumlah besar kepada Sarwendah dan anak-anak.
“Sejak perceraian, setiap bulan Ruben memberikan biaya kepada S senilai Rp242.629.000,” ujar Minola di Pulomas.
Nilai tersebut disebut tidak selalu sama tiap bulan. Misalnya, pada Oktober 2024, Ruben mengirim Rp265 juta, sementara di Januari 2025 jumlahnya Rp207 juta.
Menurut Minola, angka tersebut merupakan total dari berbagai kebutuhan, mulai dari biaya pendidikan anak hingga pemeliharaan rumah tangga yang kini ditempati Sarwendah.
Bahkan detail kebutuhan operasional pun masih dipenuhi Ruben, termasuk pembayaran listrik rumah tersebut yang secara tidak biasa masih ditanggung bersama.
“Listrik saja dibagi dua. Padahal yang tinggal di rumah itu adalah S, yang menikmati fasilitas listrik itu juga dia. Tapi tetap Ruben ikut menanggung, sekitar Rp12,9 juta,” jelas Minola.
Melihat besarnya komitmen finansial yang dikeluarkan Ruben setiap bulan, pihak kuasa hukum mempertanyakan narasi yang mengatakan bahwa kliennya tidak mampu membayar cicilan mobil.
Ia justru menduga keterlambatan pembayaran tersebut terjadi karena Ruben lebih mengutamakan kebutuhan mantan istri dan anak-anaknya.
“Jangan-jangan karena dia lebih mengutamakan ini, makanya telat sehari bayar Land Rover-nya. Tolong ada sedikit pengertian, jangan merasa harus selalu menang,” sindir Minola.
Dengan penjelasan ini, pihak Ruben berharap publik dapat melihat situasi secara objektif dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. ***



