BOGOR.POJOKSATU.id - Perum Bulog memerintahkan penarikan seluruh produk MinyaKita produksi PT Kusuma Mukti Remaja (PT KMR) yang diduga berbau menyerupai solar setelah muncul keluhan dari masyarakat penerima bantuan pangan di sejumlah daerah di Jawa Tengah.

Produk yang dikeluhkan sebelumnya telah didistribusikan kepada masyarakat di wilayah Karanganyar, Klaten, dan Wonogiri. Sejumlah warga melaporkan minyak goreng tersebut memiliki aroma yang tidak biasa, bahkan menyerupai bau solar atau minyak tanah.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, melakukan inspeksi langsung ke fasilitas produksi PT KMR untuk memastikan proses produksi, standar mutu, keamanan pangan, dan higienitas telah dijalankan dengan benar.

Berdasarkan pemeriksaan awal, ditemukan indikasi adanya produk MinyaKita yang berbau menyerupai solar. Sebagai langkah perlindungan terhadap konsumen, Bulog memerintahkan agar seluruh produk dari produsen tersebut yang sudah terdistribusi segera ditarik dari masyarakat.

"Bulog tidak akan mentolerir produk yang tidak memenuhi standar mutu. Seluruh produk MinyaKita produksi PT KMR yang telah terdistribusi kami perintahkan untuk segera ditarik," tegas Ahmad Rizal Ramdhani.

Selain melakukan penarikan, Bulog juga memerintahkan pengujian laboratorium terhadap sampel produk untuk memastikan penyebab pasti munculnya bau tersebut. Hasil uji laboratorium nantinya akan menjadi dasar penentuan langkah lanjutan dan tanggung jawab pihak terkait.

Di sisi lain, PT Kusuma Mukti Remaja menyatakan sekitar 300 ton produk dari batch yang sama ikut ditarik sebagai langkah antisipasi, meskipun produk yang diduga bermasalah diperkirakan hanya sekitar 100 ton. Perusahaan memilih menarik seluruh batch untuk memastikan keamanan konsumen.

Bulog memastikan masyarakat yang telah menerima MinyaKita produksi PT KMR akan memperoleh penggantian produk yang memenuhi standar mutu sehingga hak penerima bantuan tetap terlindungi.

Hingga saat ini, penyebab pasti munculnya bau menyerupai solar masih dalam proses investigasi dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.***