POJOKBOGOR.ID - Kabar penting untuk Bapak/Ibu guru yang belum memiliki sertifikat pendidik.

Berdasarkan edaran resmi terbaru dari Kementerian Pendidikan, sebanyak 33.975 guru dinyatakan berpotensi menjadi sasaran PPG Tahap 1 Tahun 2026.

Angka ini berasal dari hasil seleksi administrasi periode 5 tahun 2025 yang telah diproses lebih lanjut.

Baca Juga: Setahun Pimpin Kabupaten Bogor: Rudy Susmanto Catat Kepuasan Publik 83,29 Persen, Infrastruktur Tertinggi

Artinya, nama-nama yang masuk kategori tersebut sudah melalui tahap verifikasi awal berdasarkan data di Dapodik dan sistem kementerian.

Namun, perlu digarisbawahi nih, status “berpotensi” bukan berarti otomatis menjadi peserta final.

Masih ada satu langkah krusial yang wajib dilakukan, yaitu konfirmasi kesediaan melalui SIMPKB.

Kalau sampai terlewat, bisa saja peluang emas ini hangus begitu saja.

Siapa Saja yang Masuk Kriteria PPG Tahap 1 Tahun 2026?

Bapak/Ibu yang masuk dalam daftar ini umumnya memenuhi sejumlah kriteria, antara lain:

1. Terdaftar aktif di Dapodik

2. Belum memiliki sertifikat pendidik

3. Lolos seleksi administrasi

4. Bukan peserta PPG di kementerian lain

5. Aktif mengajar sesuai ketentuan

6. Tersedia bidang studi PPG di LPTK penyelenggara

Jadi kalau selama ini Bapak/Ibu sudah menunggu kesempatan ikut PPG, ini bisa jadi momentum yang sangat ditunggu-tunggu.

Sertifikasi bukan hanya soal pengakuan profesional, tetapi juga berkaitan langsung dengan hak tunjangan profesi guru (TPG) setelah dinyatakan lulus.

Cara Cek SIMPKB dan Konfirmasi Kesediaan PPG 2026

Nah, ini bagian yang paling penting.

Yuk, jangan cuma dengar kabarnya saja, langsung cek akun masing-masing.

Baca Juga: 7 Lokasi Ngabuburit Paling Favorit di Bogor, Nomor 3 Jadi Tempat Kenangan Warga Sejak Dulu

Langkah yang perlu dilakukan:

1. Login ke akun SIMPKB resmi menggunakan email dan password terdaftar.

2. Periksa notifikasi atau informasi terkait PPG Tahap 1 Tahun 2026.

3. Jika nama Bapak/Ibu masuk dalam daftar sasaran, akan muncul opsi konfirmasi kesediaan.

4. Klik dan pastikan memilih sesuai kondisi sebenarnya.

Baca Juga: Resmi! Jam Kerja ASN di Pasuruan Dipangkas Jadi 32,5 Jam Saat Ramadan, Ini Rinciannya dari Senin-Sabtu

Konfirmasi ini sifatnya wajib.

Jika tidak memberikan respons dalam waktu yang ditentukan, sistem bisa menganggap tidak bersedia dan kuota dialihkan ke peserta lain.

Sayang sekali kan kalau kesempatan yang sudah di depan mata justru terlewat karena tidak rutin membuka SIMPKB?

Mengapa Konfirmasi Kesediaan Sangat Krusial?

Banyak guru yang sudah memenuhi syarat administrasi, tetapi akhirnya gagal lanjut karena tidak melakukan konfirmasi tepat waktu.

Padahal proses ini menjadi dasar penetapan peserta resmi PPG Tahap 1 Tahun 2026.

Kuota PPG terbatas dan pemerintah memprosesnya bertahap.

Baca Juga: Prediksi Tren Lebaran 2026, Konsep Family Look Simpel tapi Elegan Jadi Favorit Generasi Muda

Artinya, respons cepat dari Bapak/Ibu sangat menentukan.

Kalau merasa belum melihat notifikasi apa pun, tetap rutin cek SIMPKB beberapa hari ke depan.

Kadang sistem memperbarui data secara bertahap.

Dari Guru untuk Guru, Jangan Simpan Info Ini Sendiri

Kalau Bapak/Ibu sudah sertifikasi, yuk bantu share informasi ini ke rekan guru di sekolah yang belum.

Baca Juga: Resmi Diumumkan, Anak Panti Asuhan Jadi Prioritas Penerima KIP Kuliah 2026, Simak Penjelasannya

Bisa jadi ada teman sejawat yang masuk dalam 33.975 guru potensial, tetapi belum tahu harus cek SIMPKB.

Kesempatan ikut PPG tidak datang setiap saat.

Bagi banyak guru, ini adalah pintu menuju peningkatan kompetensi sekaligus kesejahteraan yang lebih baik.

Jadi, jangan tunggu grup ramai dulu baru bergerak.

Cek sekarang, konfirmasi sekarang, dan pastikan peluang PPG 2026 tidak terlewat.

Semoga langkah kecil hari ini jadi awal perubahan besar dalam perjalanan profesional Bapak/Ibu sebagai guru Indonesia.***