JAKARTA,POJOKSATU.id - Rencana PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mendatangkan Kereta Rel Listrik (KRL) bekas dari Jepang mendapat dukungan dari Danantara Indonesia.
Kebijakan tersebut berpotensi menjadi kabar baik bagi masyarakat pengguna Commuter Line Jabodetabek, termasuk warga Bogor yang setiap hari mengandalkan transportasi kereta untuk beraktivitas.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria menyatakan pihaknya mendukung langkah KAI selama pengadaan armada tersebut benar-benar dibutuhkan masyarakat.
"Apa yang sedang dijajaki oleh KAI, kami mendukung selama itu yang dibutuhkan oleh masyarakat," ujar Dony dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (8/10/2026).
Menurut Dony, penguatan layanan transportasi massal menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.
Penggunaan transportasi publik seperti KRL dinilai dapat memberikan dampak positif, mulai dari mengurangi kemacetan, menekan polusi udara, hingga menghemat konsumsi bahan bakar.
Manfaat tersebut menjadi salah satu pertimbangan Danantara dalam mendukung percepatan pengadaan armada kereta.
Meski demikian, dukungan tersebut belum berarti seluruh proses pengadaan KRL bekas dari Jepang telah mendapatkan persetujuan final.
Dony berencana melakukan pembahasan lebih lanjut bersama Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin pada pekan berikutnya untuk memastikan jumlah rangkaian kereta yang benar-benar dibutuhkan.
Rencana impor ini juga berkaitan dengan keterbatasan kemampuan produksi kereta dalam negeri oleh PT Industri Kereta Api (INKA).
Sebelumnya, Dony menjelaskan bahwa pemerintah perlu menyeimbangkan kebutuhan armada dengan kapasitas produksi dalam negeri sebelum menentukan jumlah kereta yang harus didatangkan dari luar negeri.
"Nah, kita balance-kan antara kebutuhannya dengan kapasitas produksinya INKA. Sisanya, itu yang akan kita lakukan alternatif," kata Dony, Jumat (2/10/2026).
Sementara itu, berdasarkan laporan Katadata, KAI tengah menjajaki pengadaan 23 rangkaian KRL bekas Jepang, terdiri dari tujuh rangkaian berformasi 12 kereta dan 16 rangkaian berformasi delapan kereta.
Pengadaan tersebut dipertimbangkan sebagai solusi sementara untuk memenuhi kebutuhan armada di tengah keterbatasan produksi kereta baru.
Bagi pengguna Commuter Line Bogor, penambahan armada diharapkan dapat membantu meningkatkan kapasitas angkut penumpang, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.
Namun, belum ada kepastian mengenai jumlah rangkaian yang nantinya akan ditempatkan khusus untuk melayani lintas Bogor-Jakarta.
Selain itu, kedatangan armada tambahan juga belum otomatis menjamin perubahan jadwal maupun peningkatan frekuensi perjalanan karena masih bergantung pada kesiapan operasional dan pengaturan perjalanan KRL.



