BOGOR.POJOKSATU.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyiapkan rencana mendatangkan rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) bekas dari Jepang untuk menambah kapasitas layanan Commuter Line Jabodetabek.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyebut impor KRL bukan baru tersebut disiapkan sebagai solusi transisi karena kebutuhan sarana dinilai mendesak, sementara kemampuan produksi dalam negeri belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan dalam waktu cepat.

Rencana tersebut juga telah mendapat persetujuan Komisi VI DPR RI dalam rapat dengar pendapat pada Rabu, 23 September 2026. Persetujuan diberikan dengan catatan KAI tetap memperkuat sinergi dan pengembangan industri kereta dalam negeri bersama PT INKA.

Corporate Secretary KAI Commuter Karina menyampaikan bahwa jumlah train set bekas yang akan didatangkan dari Jepang masih dalam tahap koordinasi dengan operator kereta di negara tersebut.

Pembahasan mencakup jumlah rangkaian yang tersedia, jadwal pengiriman hingga kebutuhan biaya pengadaannya.

Pengiriman KRL bekas dari Jepang ditargetkan dapat dimulai secara bertahap pada akhir 2026.

Kebutuhan tambahan armada menjadi penting seiring tingginya mobilitas pengguna KRL Jabodetabek. Data KAI mencatat jumlah pengguna KRL Jabodetabek mencapai 401 juta orang sepanjang 2025. Sementara pada Januari hingga Agustus 2026 jumlahnya telah mencapai 277,2 juta pengguna.

KAI sendiri tetap bekerja sama dengan PT INKA. Pada September 2026, kedua perusahaan tengah melakukan perawatan terhadap tujuh train set KRL iE305/CLI 225 untuk mendukung kesiapan operasional Commuter Line Jabodetabek.

Dengan demikian, rencana mendatangkan KRL bekas dari Jepang bukan berarti kerja sama KAI dengan INKA dihentikan.

Impor tersebut diposisikan sebagai langkah transisi untuk memenuhi kebutuhan armada dalam waktu lebih cepat sambil tetap mendorong peningkatan kemampuan produksi dan perawatan kereta di dalam negeri.***