POJOKBOGOR.ID - Kabar soal kemungkinan pembukaan seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) kembali mencuat.
Hal ini menyusul adanya ribuan aparatur sipil negara (ASN) yang pensiun setiap tahun di Indonesia.
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) ungkap bahwa sekitar 160 ribu hingga 166 ribu ASN memasuki masa pensiun setiap tahunnya, termasuk sepanjang periode 2025 hingga 2026.
Jumlah tersebut tentu menimbulkan kekosongan posisi di berbagai instansi pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Untuk mengisi kekosongan tersebut, pemerintah mempertimbangkan kembali proses rekrutmen calon ASN (CASN) yang mencakup formasi CPNS maupun PPPK.
Namun hingga saat ini, pemerintah belum memastikan apakah rekrutmen tersebut akan dibuka pada tahun 2026 atau tidak.
Rekrutmen ASN Masih Dibahas Pemerintah
Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian PANRB, Aba Subagja, menjelaskan bahwa keputusan pembukaan seleksi CASN masih dalam tahap pembahasan.
Menurutnya, keputusan tersebut tidak hanya berada di tangan Kementerian PANRB, tetapi juga harus mempertimbangkan kebijakan dari Kementerian Keuangan.
Salah satu faktor penting yang sedang dikaji adalah ketersediaan anggaran negara untuk membiayai rekrutmen ASN baru.
Dikutip pojokbogor.id dari CNBC Indonesia pada 13/3/2026.
“Setiap tahun sekitar 160 ribu hingga 166 ribu ASN pensiun. Jika menggunakan prinsip zero growth, maka jumlah itulah yang akan direkrut kembali,” ujar Aba.
Artinya, apabila pemerintah menerapkan prinsip tersebut, jumlah ASN yang direkrut akan disesuaikan dengan jumlah pegawai yang pensiun setiap tahunnya.
Pemerintah Masih Memiliki Stok ASN
Meski banyak ASN pensiun setiap tahun, pemerintah sebenarnya masih memiliki stok pegawai dari proses rekrutmen sebelumnya.
Aba menjelaskan bahwa saat ini jumlah ASN di Indonesia mencapai sekitar 6,5 juta orang.
Jumlah tersebut termasuk sekitar 1,2 juta ASN yang direkrut melalui seleksi pada tahun 2024.
Baca Juga: Ombudsman Sumut Desak BPJS Segera Cairkan JHT PPPK Paruh Waktu di Medan, Ini Alasan Kuatnya
Dengan jumlah tersebut, pemerintah masih melakukan evaluasi terkait kebutuhan pegawai baru di berbagai sektor.
Kebutuhan ASN Masih Tinggi di Sektor Pendidikan dan Kesehatan
Walaupun jumlah ASN cukup besar, pemerintah mengakui bahwa kebutuhan tenaga di beberapa sektor masih tinggi.
Dua sektor yang paling membutuhkan tambahan ASN saat ini adalah pendidikan dan kesehatan.
Masih terdapat sejumlah sekolah yang kekurangan guru serta fasilitas layanan kesehatan yang membutuhkan tenaga medis tambahan.
Karena itu, pemerintah juga ingin memastikan bahwa proses rekrutmen ASN di masa depan benar-benar difokuskan pada sektor yang paling membutuhkan.
Selain itu, pemerintah juga ingin memberikan kesempatan kepada talenta-talenta baru untuk bergabung sebagai aparatur negara jika memang terdapat formasi yang tersedia.
Setiap tahun sekitar 160 ribu ASN di Indonesia memasuki masa pensiun.
Sehingga pemerintah mempertimbangkan membuka rekrutmen CASN untuk mengisi kekosongan tersebut.
Meski demikian, keputusan pembukaan CPNS dan PPPK 2026 masih dalam tahap pembahasan antara Kementerian PANRB dan Kementerian Keuangan.
Terutama terkait kesiapan anggaran serta kebutuhan pegawai di berbagai sektor.***




