BOGOR.POJOKSATU.id - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, mengungkapkan bahwa lembaganya telah menyampaikan peringatan dini.

Yang berkaitan dengan potensi bencana hidrometeorologi di Aceh dan Sumatra Barat jauh sebelum kejadian yang menimbulkan dampak kerusakan dan korban tersebut terjadi.

Menurut Teuku, peringatan dini itu tidak diberikan secara mendadak, melainkan sudah disampaikan lebih dari sepekan sebelumnya.

BMKG bahkan mengirimkan notifikasi resmi sejak delapan hari sebelum bencana mulai terdeteksi memiliki potensi yang mengkhawatirkan.

Peringatan tersebut disampaikan melalui sistem informasi cuaca ekstrem, surat resmi, hingga koordinasi langsung dengan pemerintah daerah.

Dalam penjelasannya, Teuku menyebut bahwa informasi itu telah diteruskan kepada berbagai unsur pemerintah daerah, mulai dari kepala daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Tujuannya agar daerah segera meningkatkan kesiapsiagaan dan menginformasikan potensi ancaman kepada masyarakat.

“Sejumlah kepala daerah merespons positif dengan langsung menyampaikan peringatan ini kepada warganya melalui berbagai kanal komunikasi,” ujar Teuku.

Ia menambahkan bahwa langkah cepat pemerintah daerah sangat membantu dalam mengurangi risiko yang lebih besar.

Meski peringatan telah diberikan, bencana yang kemudian terjadi tetap menimbulkan dampak signifikan.

Berdasarkan laporan sementara dari otoritas daerah dan petugas penanggulangan bencana di lapangan, puluhan warga dilaporkan terdampak, baik karena rumah rusak, akses jalan terputus, maupun harus mengungsi ke tempat aman.

Sementara itu, petugas gabungan masih terus melakukan pendataan untuk memastikan jumlah korban serta kerusakan yang terjadi.

BMKG menegaskan bahwa pemberian peringatan dini merupakan bagian dari upaya memperkuat mitigasi bencana di wilayah rawan.

Teuku berharap ke depan sistem peringatan dini yang sudah disampaikan dapat semakin cepat direspons oleh seluruh pemangku kepentingan, sehingga masyarakat bisa memiliki waktu lebih banyak untuk bersiap.

“Tujuan utama kami adalah menyelamatkan nyawa. Peringatan dini hanya efektif apabila diteruskan, dipahami, dan ditindaklanjuti,” kata Teuku.

BMKG juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dan peringatan resmi dari kanal BMKG, mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi dalam beberapa waktu ke depan. ***