POJOKBOGOR.ID - Teman-teman kabar baik dari pemerintah Kabupaten Sumbawa mulai bersiap menghadapi kekurangan ASN dalam beberapa tahun ke depan.

Nah, salah satunya dengan mengusulkan sebanyak 349 formasi untuk penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil CPNS tahun 2026.

Jadi, usulan ini disampaikan melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Sumbawa kepada Kementerian PANRB.

 

Antisipasi Pensiun ASN

Kepala BKPSDM Sumbawa, Budi Santoso, jelaskan usulan ini disusun untuk menutupi kebutuhan pegawai hingga 2027.

Baca Juga: Kinerja Pemkot Bogor 2025 Tunjukkan Tren Positif, Pendapatan dan Ekonomi Meningkat

Eh pasalnya, dalam dua tahun ke depan diperkirakan ada sekitar 384 ASN yang akan memasuki masa pensiun.

Dikutip Kabarsumbawa.com pada 15 April 2026, Pak Budi berkata demikian.

“Memang yang kita usulkan lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah ASN yang akan pensiun. Itu kami lakukan dengan mempertimbangkan belanja pegawai,” ujarnya.

 

Rincian Formasi yang Diusulkan

Dari total 349 formasi yang diajukan, terdiri dari beberapa sektor penting.

Baca Juga: Audit Jual Beli Jabatan di Kabupaten Bogor Tuntas, Fakta Mengejutkan Terungkap!

Lalu ya, untuk tenaga teknis diusulkan sebanyak 88 formasi, tenaga kesehatan 67 formasi, dan tenaga kependidikan menjadi yang terbanyak dengan 194 formasi.

Jadi, formasi ini dinilai sebagai kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi, terutama untuk mendukung pelayanan dasar masyarakat.

Prioritas Dokter dan Guru

Pemkab Sumbawa memberi perhatian khusus pada sektor kesehatan dan pendidikan.

Untuk tenaga medis, kebutuhan dokter umum menjadi prioritas utama.

“Yang paling kita utamakan adalah kebutuhan dokter umum yang harus kita penuhi di seluruh Puskesmas sebanyak 31 formasi dan dokter gigi sebanyak
18 formasi,” jelas Budi.

Selain itu, kebutuhan guru juga menjadi fokus, mulai dari guru pendidikan jasmani, bimbingan konseling, hingga guru agama.

Baca Juga: Waduh! 15 BUMN Logistik Bakal Dilebur, PT Pos Indonesia Jadi Induk Raksasa Baru

Nah, khusus untuk guru agama Hindu, diusulkan sebanyak lima orang sesuai dengan data kebutuhan di sistem Dapodik.

 

Harap Disetujui Pusat

Intinya, pemkab Sumbawa berharap seluruh usulan formasi ini bisa disetujui pemerintah pusat, mengingat kebutuhan tenaga di lapangan cukup mendesak.

“5 orang guru agama Hindu ini sesuai dengan kebutuhan yang ada di Dapodik. Kami berharap usulan itu bisa dipenuhi,” tambahnya.

Nah, usulan 349 formasi CPNS oleh Pemkab Sumbawa menjadi langkah strategis untuk menjaga kualitas pelayanan publik di tengah gelombang pensiun ASN.

Kini, keputusan akhir berada di tangan pemerintah pusat.***