BOGOR.POJOKSATU.id - Aksi dugaan penipuan dengan modus mengatasnamakan kegiatan sosial kembali terjadi di wilayah Sumedang. Seorang pelaku diduga berhasil membawa kabur ratusan kilogram telur setelah berpura-pura akan menggelar bazar untuk panti jompo.

Peristiwa ini bermula saat pelaku mendatangi sebuah toko di wilayah Sindanggalih, Kecamatan Cimanggung. Ia memesan telur dalam jumlah besar, yakni sekitar 270 kilogram dengan nilai mencapai Rp7.290.000.

Pelaku berjanji akan melakukan pembayaran melalui transfer setelah barang diantar ke lokasi tujuan di Kecamatan Pamulihan.

“Awalnya dia datang ke toko, pesan telur banyak, katanya nanti dibayar transfer setelah barang sampai,” ungkap salah satu sumber.

Tanpa menaruh curiga, pihak toko kemudian mengirimkan pesanan tersebut ke alamat yang disebutkan, yakni di Desa Haumgombong, Kecamatan Pamulihan.

Setibanya di lokasi, suasana sempat terlihat meyakinkan. Pelaku bahkan disebut mengenakan atribut yang menyerupai aparat, sehingga membuat situasi semakin dipercaya oleh korban dan pihak sekitar.

Namun, kejanggalan mulai terlihat saat telur yang baru saja diturunkan justru kembali dimasukkan ke dalam kendaraan lain, yakni mobil Honda CR-V putih dengan nomor polisi F 1147 QL yang diduga palsu.

“Barangnya langsung dipindahkan lagi ke mobil lain, di situ mulai terasa janggal,” lanjut sumber tersebut.

Tak berhenti di situ, pelaku juga sempat mengelabui korban dengan meminta untuk datang ke Bank BRI Cimanggung guna menemui seseorang bernama Ida yang disebut sebagai istrinya, untuk menyelesaikan pembayaran.

Korban pun mengikuti arahan tersebut, bahkan didampingi oleh pegawai kecamatan. Namun setibanya di bank, tidak ditemukan sosok yang dimaksud.

“Katanya suruh ketemu istrinya di bank untuk pembayaran, tapi setelah dicek tidak ada nama itu,” jelasnya.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian jutaan rupiah. Kasus ini pun kini menjadi perhatian karena pelaku diduga mencatut nama instansi pemerintah untuk melancarkan aksinya.

Masyarakat berharap aparat TNI maupun kepolisian dapat segera menindaklanjuti kasus ini agar tidak ada korban lainnya.

“Semoga aparat bisa segera bertindak, karena modusnya sudah mencoreng nama instansi pemerintah,” pungkasnya.

Warga diimbau untuk lebih berhati-hati terhadap transaksi dalam jumlah besar, terutama jika melibatkan pihak yang belum dikenal dan menggunakan alasan kegiatan sosial. ***