BOGOR.POJOKSATU.id - Gelombang pemutusan hubungan kerja atau PHK diperkirakan akan semakin meningkat pada tahun 2026, termasuk di Indonesia.
Diproyeksikan sekitar 80.000 tenaga kerja berpotensi kehilangan pekerjaan di tengah perubahan besar yang terjadi di dunia industri, terutama akibat perkembangan teknologi.
Fenomena ini tak hanya terjadi di dalam negeri. Secara global, industri teknologi menjadi salah satu sektor yang paling terdampak.
Berdasarkan analisis RationalFX, hampir setengah dari total PHK di sektor teknologi dunia atau sekitar 37.638 pekerja berkaitan dengan penerapan kecerdasan buatan (AI) serta otomasi dalam sistem kerja.
Data tersebut menunjukkan bahwa dampak transformasi digital terhadap tenaga kerja masih akan terus berkembang dan belum mencapai puncaknya.
Amerika Serikat tercatat sebagai negara dengan jumlah PHK terbesar di sektor teknologi, mencapai 59.510 orang. Disusul Australia dengan 4.450 orang, Austria 2.000 orang, Swedia 1.938 orang, dan Belanda sekitar 1.700 orang.
Namun, tidak semua pemangkasan tenaga kerja saat ini sepenuhnya disebabkan oleh dampak nyata AI.
Babak Hodjat, Chief AI di Cognizant, menilai bahwa sebagian keputusan perusahaan untuk mengurangi karyawan justru didorong oleh ekspektasi terhadap potensi AI di masa depan.
“Pengurangan tenaga kerja sering kali dipicu oleh harapan bahwa AI akan meningkatkan produktivitas, bukan karena peningkatan itu sudah benar-benar terjadi,” ujar Babak Hodjat.
Ia menambahkan, meskipun AI sudah mulai memberikan pengaruh, dampak sebenarnya terhadap pasar tenaga kerja kemungkinan baru akan terlihat lebih jelas dalam 6 bulan hingga satu tahun ke depan.
“Dampak riil dari AI terhadap PHK kemungkinan baru akan terasa dalam waktu 6 bulan sampai satu tahun, ketika peningkatan produktivitas mulai benar-benar terlihat,” jelasnya.
Dengan kondisi ini, para pekerja di berbagai sektor diimbau untuk mulai beradaptasi dengan perubahan teknologi, meningkatkan keterampilan digital, serta memperkuat daya saing agar tidak tertinggal di tengah percepatan era otomasi. ***



