POJOKBOGOR.ID – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Rini Widyantini berkata.
Bahwa tidak semua Aparatur Sipil Negara (ASN) otomatis bisa menjadi bagian dari Komponen Cadangan (Komcad).
Menurut Rini, ada persyaratan khusus yang harus dipenuhi dan kuota yang ditetapkan pemerintah.
Baca Juga: 5 Menu Berbuka Puasa Simple tapi Istimewa, Dari Minuman Segar hingga Lauk Pedas Favorit
Artinya, program ini tidak berlaku untuk seluruh ASN secara otomatis.
Tidak Otomatis, Harus Penuhi Syarat
Rini menjelaskan bahwa ketentuan mengenai Komcad sudah diatur dalam undang-undang.
Selain itu, Kementerian Pertahanan juga menetapkan batasan kuota bagi ASN yang bisa ikut.
Baca Juga: Inspiratif! ASN Kemenag Jakarta Utara Raih Khataman 30 Juz, Siap Sambut Ramadhan 1447 H
“Tidak semua pegawai ASN bisa menjadi Komcad. Ada persyaratan di dalam undang-undang, bahkan dari Kementerian Pertahanan pun ada kuotanya,” jelas Rini.
Dengan kata lain, hanya ASN yang memenuhi kriteria dan lolos seleksi yang dapat berpartisipasi dalam program ini.
Bisa Sukarela atau Diusulkan Instansi
ASN yang ingin menjadi Komcad bisa mendaftar secara sukarela.
Selain itu, instansi masing-masing juga bisa mengusulkan pegawainya untuk ikut serta.
Namun demikian, baik yang mendaftar sendiri maupun yang diusulkan tetap harus memenuhi seluruh persyaratan yang berlaku.
Jika tidak lolos seleksi, maka ASN tersebut tidak bisa mengikuti pelatihan.
Pelatihan 30–45 Hari
Bagi ASN yang dinyatakan lolos, mereka akan mengikuti pelatihan Komcad selama sekitar 30 sampai 45 hari.
Baca Juga: Persiapan Besar CPNS 2026 Dimulai, Ini Prediksi Jadwal dan Perbedaan THR PNS dan PPPK
Rencana pelatihan ini kemungkinan dimulai pada April 2026.
Jumlah ASN yang akan ikut pelatihan diperkirakan mencapai sekitar 4.000 orang.
Angka ini merupakan hasil usulan dari 49 kementerian dan lembaga (K/L).
Baca Juga: PPPK Paruh Waktu Tak Dapat THR 2026 dari Pemerintah, ASN Kudus Diminta Donasi Sukarela
Meski ada ASN yang mengikuti pelatihan, Rini memastikan pelayanan publik tetap berjalan normal.
Artinya, keikutsertaan ASN dalam Komcad tidak boleh mengganggu tugas utama mereka sebagai pelayan masyarakat.
Kembali Bertugas Setelah Pelatihan
Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan juga tegaskan bahwa ASN yang selesai mengikuti pelatihan Komcad akan kembali menjalankan tugas seperti biasa.
Tidak ada konflik antara status ASN dan keterlibatan mereka dalam Komcad.
Program ini dirancang sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan pertahanan negara dengan melibatkan unsur sipil.
Tidak semua ASN bisa menjadi Komcad. Hanya yang memenuhi persyaratan dan masuk dalam kuota yang ditetapkan yang dapat mengikuti pelatihan.
Program ini bersifat selektif, dengan pelatihan dijadwalkan mulai April 2026 selama 30–45 hari, tanpa mengganggu pelayanan publik.***




