BOGOR.POJOKSATU.id - Fenomena menarik terjadi di ibu kota selama periode libur Lebaran 2026. Saat jutaan warga meninggalkan kota untuk mudik, kualitas udara Jakarta justru menunjukkan perbaikan signifikan, bahkan melampaui sejumlah kota besar dunia.
Berdasarkan data dari situs pemantau kualitas udara IQAir pada Minggu pagi (22/3/2026), Indeks Kualitas Udara (AQI) Jakarta tercatat berada di angka 50, yang masuk dalam kategori baik atau sehat.
Posisi ini menempatkan Jakarta di peringkat ke-97 kota dengan kualitas udara terburuk di dunia—artinya, kondisi udaranya relatif bersih dibanding banyak kota lain.
“Dengan angka AQI di kisaran 50, kualitas udara Jakarta masuk kategori baik dan relatif aman untuk aktivitas luar ruang,” demikian dikutip dari data IQAir.
Menariknya, capaian tersebut membuat Jakarta unggul dibanding beberapa kota global yang selama ini dikenal memiliki kualitas udara lebih stabil.
Kota seperti Seoul (Korea Selatan), Wina (Austria), hingga London (Inggris) tercatat memiliki kualitas udara yang berada pada kategori sedang hingga baik, namun masih di bawah Jakarta pada waktu yang sama.
Kondisi ini diduga kuat dipengaruhi oleh berkurangnya aktivitas kendaraan dan industri selama masa mudik Lebaran. Minimnya pergerakan harian di dalam kota berdampak langsung pada penurunan emisi polusi udara.
“Penurunan mobilitas saat libur panjang seperti Lebaran berkontribusi besar terhadap membaiknya kualitas udara di Jakarta,” tulis laporan tersebut.
Fenomena ini kembali menegaskan bahwa aktivitas manusia, khususnya transportasi, memiliki peran dominan terhadap kualitas udara di perkotaan.
Momentum ini juga menjadi pengingat penting bagi pengambil kebijakan untuk mendorong solusi jangka panjang dalam mengatasi polusi udara di ibu kota.***



