BOGOR.POJOKSATU.id – Kepala Kantor Komunikasi Presiden (Presidential Communication Office/PCO), Hasan Nasbi, menyatakan hal yang berbeda.

Bahwa meskipun Indonesia sedang menghadapi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal, pertumbuhan lapangan kerja justru mengalami peningkatan.

Pernyataan tersebut disampaikan Hasan merujuk pada data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), yang menunjukkan bahwa angka pengangguran terbuka mengalami penurunan, dari sebelumnya 4,82 persen menjadi 4,76 persen.

Ia juga mengungkapkan bahwa jumlah pekerja penuh waktu, yaitu mereka yang bekerja minimal 35 jam per minggu, mengalami peningkatan menjadi 66,19 persen dari sebelumnya 65,6 persen.

Selain itu, jumlah pekerja setengah menganggur, yang biasanya hanya mendapat jam kerja terbatas, turut menurun dari 8,8 persen menjadi 8,5 persen.

“Ini berarti jumlah orang yang benar-benar tidak memiliki pekerjaan berkurang,” jelas Hasan dalam keterangannya.

Dengan penurunan angka pengangguran dan bertambahnya jumlah pekerja penuh waktu, Hasan menilai bahwa penciptaan lapangan kerja tetap berjalan meskipun tekanan ekonomi dan badai PHK tengah melanda sejumlah sektor di Indonesia.

Ia mengakui bahwa gelombang PHK memang nyata terjadi, namun menurutnya indikator utama ketenagakerjaan menunjukkan tren yang tetap positif.

Hal ini, katanya, menjadi sinyal bahwa perekonomian masih mampu menampung tenaga kerja baru di tengah situasi yang menantang. ***