POJOKBOGOR.ID - Kabar baik bagi para pejuang ASN.

Pemkab Bandung Barat resmi mengusulkan sebanyak 106 formasi CPNS untuk tahun anggaran 2026.

Usulan tersebut disampaikan melalui BKPSDM sebagai tindak lanjut dari surat edaran Kemenpan RB.

Baca Juga: Gaji Tembus Rp11,5 Juta! Ini 8 Formasi CPNS 2026 untuk Lulusan S1 yang Paling Diburu

Kepala BKPSDM Kabupaten Bandung Barat, Rega Wiguna, mengungkapkan bahwa usulan ini merupakan bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan pegawai di lingkungan pemerintahan daerah.

Dikutip dari Satumedia.id, 7 April 2026, begini kata Rega:

“Bandung Barat mengusulkan 106 formasi CPNS untuk TA 2026,” ujarnya.

Baca Juga: Siap-Siap! 106 Formasi CPNS 2026 Diajukan oleh Pemkab Pati, Ini Daftar Lengkapnya


Setengah Formasi untuk Tenaga Kesehatan dan Pendidikan

Rega menjelaskan, dari total 106 formasi yang diajukan, sekitar separuhnya dialokasikan untuk tenaga kesehatan dan tenaga kependidikan.

Kedua sektor ini dinilai masih membutuhkan tambahan sumber daya manusia guna meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Sementara itu, sisa formasi lainnya akan diperuntukkan bagi tenaga teknis yang mendukung berbagai fungsi pemerintahan daerah.

Baca Juga: CPNS 2026 Segera Dibuka, KemenPAN-RB Terapkan Sistem Baru, Formasi Berdasarkan Kinerja dan Kebutuhan Negara

Distribusi ini mencerminkan prioritas Pemkab Bandung Barat dalam memperkuat sektor pelayanan dasar yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.


Kebijakan Zero Growth Jadi Acuan

Dalam pengadaan CPNS 2026, Pemkab Bandung Barat menerapkan prinsip zero growth.

Artinya, rekrutmen ASN hanya dilakukan untuk menggantikan pegawai yang memasuki masa pensiun, tanpa menambah jumlah pegawai secara signifikan.

“Pengadaan CPNS 2026 menerapkan kebijakan zero growth, sehingga hanya menggantikan pegawai yang pensiun,” jelas Rega.

Kebijakan ini juga bertujuan menjaga keseimbangan anggaran daerah.

Baca Juga: Status Makin Jelas! Ribuan PPPK Mataram Resmi Kantongi NIP BKN, 3.070 orang dinyatakan lolos, Sementara 8 orang dinyatakan TMS

Yang tentunya agar tetap efisien dan tidak terbebani oleh penambahan pegawai baru secara besar-besaran.


Ratusan ASN Pensiun Setiap Tahun

Tingginya angka pensiun menjadi salah satu alasan utama pengajuan formasi CPNS ini.

Setiap tahunnya, jumlah ASN yang memasuki masa pensiun di Kabupaten Bandung Barat mencapai lebih dari 450 orang.

Baca Juga: Gaji Ke-13 ASN OTW CAIR! Daftar Lengkap Nominal yang Akan Diterima PNS, PPPK, TNI, Polri Hingga Pensiunan

Pada tahun 2026 saja, tercatat sebanyak 435 PNS dan 50 PPPK telah memasuki masa pensiun.

Kondisi ini tentu berdampak pada kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor pemerintahan.

Sehingga perlu adanya penggantian melalui rekrutmen CPNS.

Baca Juga: Pertamina Pastikan Distribusi Energi Tetap Lancar lewat Pengecekan Langsung di IT Jakarta


Data Terbaru Jumlah ASN Bandung Barat

Hingga Maret 2026, jumlah PNS yang masih aktif di lingkungan Pemkab Bandung Barat tercatat sebanyak 4.815 orang.

Jika digabungkan dengan pegawai PPPK dan PPPK paruh waktu, total jumlah pegawai di Kabupaten Bandung Barat mencapai sekitar 13.900 orang.

Dengan rincian:

- 3.316 pegawai PPPK

- 5.805 PPPK paruh waktu

Data ini menunjukkan bahwa komposisi tenaga kerja di Bandung Barat kini semakin didominasi oleh skema non-PNS.


Jadwal CPNS 2026 Masih Ditunggu

Meski usulan formasi telah diajukan, hingga saat ini jadwal resmi pelaksanaan seleksi CPNS 2026 masih belum diumumkan.

Baca Juga: Rakyat Indonesia Semakin Dibuat Ribet, Beli Gas LPG 3 Kg Kini Harus Pakai Sidik Jari dan Retina Mata

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat masih menunggu keputusan dari Kemenpan RB terkait persetujuan formasi dan waktu pelaksanaan seleksi.

“Untuk jadwal pelaksanaan, kami masih menunggu pengumuman resmi dari Kemenpan RB,” pungkas Rega.


Peluang Besar untuk Pejuang ASN

Dengan adanya usulan 106 formasi ini, peluang untuk menjadi ASN di wilayah Bandung Barat terbuka cukup lebar.

Baca Juga: Pria di Bogor Tiba Tiba Meninggal Saat Pesan Soto, Abang Jualannya Bingung

Terutama bagi tenaga kesehatan, pendidikan, dan teknis.

Namun demikian, calon pelamar tetap harus menunggu pengumuman resmi dari pemerintah pusat sebelum proses pendaftaran dibuka.

Persiapan sejak dini menjadi kunci utama agar dapat bersaing dalam seleksi CPNS yang dikenal ketat setiap tahunnya.***