POJOKBOGOR.ID - Pemkab Pati resmi mengusulkan formasi CPNS tahun 2026.
Namun jumlah yang diajukan cukup mengejutkan, hanya 106 formasi, jauh dari kebutuhan riil yang mencapai ribuan pegawai.
Kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan efisiensi serta keterbatasan anggaran daerah.
Baca Juga: Rapat Paripurna DPRD Kota Bogor Bentuk 3 Pansus, Soroti LKPJ 2025 dan Tata Kelola Aset
Meski kebutuhan aparatur meningkat, pemerintah daerah tetap harus realistis dalam menyusun formasi.
Usulan Formasi CPNS 2026 Resmi Diajukan
Kepala BKPSDM Kabupaten Pati, Sri Yatun, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima surat resmi dari KemenPANRB terkait pengusulan formasi CPNS 2026.
Surat bernomor B/1553/M.SM.01.00/2026 yang ditandatangani Menteri PANRB Rini Widyantini pada 12 Maret 2026 itu menetapkan batas pengusulan hingga 31 Maret 2026.
Baca Juga: Setiap Bulan Raup Omzet Sampai Miliaran Pasutri di Cileungsi Kelola Praktik Gas Elpiji Oplosan
Dikutip dari InfoJateng.id, 6 April 2026, begini kata Sri Yatun:
“Sebelum turunnya surat tersebut, sebenarnya kami sudah meminta kepada OPD untuk memetakan kebutuhan ASN di instansi masing-masing."
"Saat awal pemetaan itu jumlah usulannya ada ribuan pegawai yang dibutuhkan,” jelasnya.
Dari Ribuan Kebutuhan Jadi 106 Formasi
Meski kebutuhan awal mencapai ribuan pegawai, hasil pembahasan bersama tim anggaran daerah menghasilkan keputusan berbeda.
Pemkab Pati harus menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
Pembahasan dilakukan oleh tim anggaran yang dipimpin Sekda, dengan mempertimbangkan berbagai aspek strategis.
“Dari hasil pembahasan pengusulan formasi ini harus dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan arah kebijakan program nasional, peta jabatan hingga ketersediaan anggaran daerah."
"Maka diputuskan Pemkab Pati mengusulkan membuka 106 formasi,” tambahnya.
Baca Juga: Ramai Rekrutmen Nasional 30 Ribu SPPI, Kemenkop Tegas Itu Hoaks, Belum Ada Pembukaan Resmi!
Rincian 106 Formasi CPNS Pati 2026
Dari total 106 formasi yang diusulkan, Pemkab Pati memprioritaskan sektor pelayanan publik, terutama pendidikan dan kesehatan.
Berikut rinciannya:
- Tenaga guru (SMP): 58 formasi
- Tenaga kesehatan: 20 formasi
- Tenaga teknis: 28 formasi
Langkah ini diambil untuk menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat tetap optimal di tengah keterbatasan sumber daya.
Baca Juga: Benarkah Ada Rapel Gaji Pensiunan PNS di Bulan April 2026 Cair? Ini Klarifikasi Resmi Taspen
Banyak ASN Pensiun, Beban Kerja Meningkat
Di sisi lain, kebutuhan pegawai terus meningkat seiring banyaknya ASN yang memasuki masa pensiun.
Tercatat pada tahun ini saja ada 479 pegawai yang pensiun. Kondisi ini menciptakan kekosongan di berbagai sektor pemerintahan.
Namun demikian, keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama dalam memenuhi kebutuhan tersebut.
“Kendati terdapat kebutuhan pegawai, Pemkab Pati dihadapkan pada tantangan fiskal yang cukup ketat."
"Dasar utama pengusulan formasi tetap mengacu pada kemampuan anggaran daerah,” tegas Sri Yatun.
Belanja Pegawai Sudah Melebihi Batas
Saat ini, porsi belanja pegawai di Kabupaten Pati untuk tahun 2026 diproyeksikan mencapai 33,34 persen.
Angka ini telah melampaui batas ideal yang ditetapkan pemerintah pusat, yakni maksimal 30 persen dari total APBD.
Baca Juga: Gubernur Kepri usul gaji PPPK ditanggung pusat, Akui Batas Belanja Pegawai Sudah Melebihi 30 Persen
Pengusulan 106 formasi CPNS 2026 oleh Pemkab Pati menunjukkan adanya tarik menarik antara kebutuhan pegawai yang besar dan keterbatasan anggaran daerah.
Meski kebutuhan mencapai ribuan, pemerintah tetap memilih langkah selektif demi menjaga stabilitas keuangan.
Kebijakan ini sekaligus menjadi gambaran bahwa rekrutmen CPNS ke depan tidak hanya soal kebutuhan, tetapi juga kemampuan fiskal daerah.***




