POJOKBOGOR.ID - Ngomongin soal orang kaya di Indonesia memang nggak pernah ada habisnya.

Mulai dari yang hidup nyaman tanpa mikir tagihan sampai yang hartanya bikin geleng-geleng kepala, wah, ternyata status “kaya” itu punya banyak level, lho!

Ya, selama ini banyak orang mengira kaya cuma satu kategori.

Padahal dalam dunia ekonomi dan sosial, kekayaan masyarakat dibagi dalam beberapa golongan berdasarkan aset, penghasilan, hingga gaya hidup.

Baca Juga: Resmi! Rute Bus Listrik Kabupaten Bogor Koridor 2 Dirilis, Bojong Gede–Sentul Jadi Jalur Perdana

Jadi, bukan sekadar punya uang banyak, tapi juga bagaimana uang itu bekerja.

Nah, kira-kira apa saja macam-macam golongan orang kaya di Indonesia? Yuk, kita bahas satu per satu dengan santai!

1. Golongan Mapan (Affluent Class)

Ini biasanya jadi tahap awal seseorang disebut “orang kaya”.

Mereka punya penghasilan stabil, rumah sendiri, kendaraan, dan tabungan yang cukup aman.

Baca Juga: Beasiswa BESTI Kabupaten Bandung Dibuka! Mahasiswa Semester 8 Bisa Dapat Bantuan S1, Ini Cara Daftarnya

Golongan ini umumnya berasal dari profesional sukses seperti dokter, manajer senior, pengusaha skala menengah, atau pegawai dengan jabatan tinggi.

Hidupnya nyaman, liburan rutin, tapi tetap mempertimbangkan harga sebelum belanja.

Istilahnya, hidup sudah tenang meski belum sampai level sultan.

2. Kaya Finansial (High Net Worth Individual)

Nah, di level ini, kekayaan sudah mulai serius. Mereka punya aset investasi seperti properti, saham, atau bisnis berjalan.

Pendapatan bukan lagi hanya dari gaji, melainkan dari berbagai sumber pasif income.

Jadi meski tidak bekerja setiap hari, uang tetap mengalir. Enak banget, kan?

Biasanya kelompok ini mulai fokus menjaga aset dan memperluas investasi.

3. Kaya Raya (Very Wealthy)

Kalau yang ini sudah masuk kategori elite ekonomi. Nilai kekayaan mereka mencapai puluhan hingga ratusan miliar rupiah.

Baca Juga: Jadwal SMUP Unpad 2026 Resmi Dibuka! Catat Tanggal Pentingnya, Jangan Sampai Telat Daftar

Gaya hidupnya? Sudah jelas berbeda. Rumah mewah di beberapa kota, kendaraan premium, hingga perjalanan luar negeri kelas bisnis atau first class jadi hal biasa.

Tapi menariknya, banyak dari mereka justru tampil sederhana. Eh, jangan salah—rekeningnya tetap bikin kaget!

4. Sultan atau Ultra Rich

Istilah “sultan” populer di media sosial beberapa tahun terakhir.

Golongan ini memiliki aset super besar, biasanya berasal dari konglomerat, pemilik perusahaan besar, atau keluarga bisnis turun-temurun.

Baca Juga: Ramai Soal Isu Gaji Pensiunan PNS Naik Dibulan Mei 2026, Ini Penjelasan Resmi Pemerintah

Mereka tidak hanya kaya secara pribadi, tetapi juga memiliki pengaruh ekonomi yang luas.

Bahkan keputusan bisnisnya bisa berdampak pada ribuan pekerja.

Di level ini, uang bukan lagi soal kebutuhan, melainkan strategi dan ekspansi.

5. Crazy Rich

Nah, ini dia istilah yang sering viral. Crazy rich menggambarkan individu dengan kekayaan ekstrem dan gaya hidup super glamor.

Mulai dari koleksi mobil sport, jet pribadi, hingga pesta mewah sering jadi bagian keseharian mereka.

Kehidupan golongan ini sering muncul di media sosial dan bikin netizen spontan berucap, “Wah, dunia beda!”

Namun di balik itu, kebanyakan crazy rich adalah pelaku bisnis besar atau investor kelas kakap.

6. Old Money vs New Money

Menariknya lagi, orang kaya di Indonesia juga sering dibedakan dari asal kekayaannya.

Old money adalah kekayaan warisan keluarga yang sudah berlangsung lintas generasi.

Baca Juga: WFH ASN Diawasi Ketat! BKN Siapkan E-Kinerja Harian, Efisiensi Bisa Tembus 33 Persen

Sementara new money berasal dari kerja keras generasi pertama, seperti startup founder atau pengusaha modern.

Perbedaannya sering terlihat dari gaya hidup old money cenderung low profile, sedangkan new money lebih ekspresif.

Kaya Itu Relatif

Faktanya, definisi kaya bisa berbeda tergantung sudut pandang.

Secara ekonomi, ukuran kekayaan biasanya dilihat dari aset bersih dan kemampuan finansial jangka panjang.

Baca Juga: Perpres 79 Tahun 2025 Segera Diteken! Kenaikan Gaji Pensiunan PNS 2026 Dipastikan Bukan Sekadar Wacana

Namun di masyarakat, persepsi kaya sering dikaitkan dengan gaya hidup.

Ada yang merasa kaya karena bebas utang, ada juga yang baru merasa kaya saat bisa membeli apa pun tanpa melihat harga.

Hmm… jadi sebenarnya kaya itu bukan hanya soal angka, tapi juga rasa aman secara finansial.

Pada akhirnya, setiap golongan kekayaan punya perjalanan masing-masing.

Ada yang lahir dari privilege, ada pula yang diraih lewat perjuangan panjang.

Yang jelas, memahami level kekayaan ini bisa membantu kita melihat realitas ekonomi Indonesia dengan lebih jernih dan siapa tahu, jadi motivasi untuk naik level juga.***