POJOKBOGOR.ID - Pemerintah menyiapkan anggaran jumbo sebesar Rp55 triliun untuk pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) tahun 2026.

Dana fantastis ini diperuntukkan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), prajurit TNI, anggota Polri, serta para pensiunan.

Angka tersebut langsung menyita perhatian publik.

Baca Juga: Resmi! Jam Kerja ASN di Pasuruan Dipangkas Jadi 32,5 Jam Saat Ramadan, Ini Rinciannya dari Senin-Sabtu

Pasalnya, jumlahnya sangat besar dan menjadi salah satu alokasi belanja pegawai terbesar menjelang Idulfitri 2026.

Namun pertanyaan besarnya, dari total Rp55 triliun itu, siapa yang mendapat porsi terbesar?


Rp55 Triliun untuk THR 2026

Anggaran Rp55 triliun telah disiapkan pemerintah sebagai bagian dari komitmen menjaga daya beli aparatur negara menjelang Lebaran.

Baca Juga: Prediksi Tren Lebaran 2026, Konsep Family Look Simpel tapi Elegan Jadi Favorit Generasi Muda

Dana ini mencakup ASN pusat, ASN daerah, TNI, Polri, serta pensiunan.

Meski total anggaran sudah diumumkan, pemerintah belum merinci secara resmi pembagian nominal untuk masing-masing kelompok penerima.

Karena itu, untuk melihat gambaran realistis, perhitungan mengacu pada pola distribusi tahun sebelumnya.

Baca Juga: 5 Resep Es Segar untuk Buka Puasa yang Bikin Nagih, Nomor 3 Paling Favorit Saat Ramadan


Perkiraan Jatah ASN Pusat, TNI dan Polri

Berdasarkan pola alokasi sebelumnya, ASN pusat bersama TNI dan Polri biasanya menyerap sekitar 32 hingga 35 persen dari total anggaran THR nasional.

Jika persentase tersebut digunakan sebagai acuan, maka dari Rp55 triliun, kelompok ini diperkirakan menerima sekitar Rp17 triliun hingga Rp19 triliun.

ASN pusat mencakup pegawai kementerian dan lembaga, sementara TNI dan Polri masuk dalam kategori aparatur negara yang dibiayai APBN.


ASN Daerah Berpotensi Dapat Porsi Terbesar

Kelompok ASN daerah diperkirakan menerima porsi paling besar.

Pada pola sebelumnya, persentasenya berada di kisaran 36 hingga 38 persen dari total anggaran.

Baca Juga: Pertamina Regional JBB Perkuat Konservasi Pesisir, Warga Pulau Untung Jawa Dapat Upskilling Khusus

Artinya, ASN daerah berpotensi menerima sekitar Rp20 triliun hingga Rp21 triliun dari total Rp55 triliun.

Jumlah ini masuk akal mengingat populasi ASN daerah jauh lebih banyak dibanding ASN pusat.

THR ASN daerah umumnya bersumber dari kombinasi dana transfer pusat dan APBD masing-masing daerah.

Baca Juga: Lebaran 2026 Makin Stylish, Ini Tren Aksesori, Tas, dan Sepatu yang Bikin Outfit Naik Kelas


Jatah untuk Pensiunan

Sementara itu, pensiunan ASN, TNI, dan Polri diperkirakan mendapatkan sekitar 22 hingga 24 persen dari total anggaran.

Jika dihitung kasar, nominalnya berkisar antara Rp12 triliun hingga Rp13 triliun.

Meski tidak menerima tunjangan kinerja seperti ASN aktif, para pensiunan tetap mendapatkan THR berdasarkan nilai pensiun pokok sesuai regulasi yang berlaku.

Baca Juga: Jangan Sampai Terlewat! Penerima PIP 2026 Diprioritaskan untuk Siswa Data Valid dan Terdaftar DTKS


Kapan THR 2026 Cair?

Mengacu pada pola tahun-tahun sebelumnya, THR biasanya dicairkan sekitar 10 hari sebelum Hari Raya Idulfitri atau pada awal Ramadan.

Pemerintah biasanya menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) sebagai dasar hukum pencairan.

Dengan anggaran yang sudah disiapkan, sinyal pencairan THR 2026 pada awal Ramadan semakin kuat.

Meski rincian resmi belum diumumkan, estimasi berdasarkan pola sebelumnya menunjukkan ASN daerah kemungkinan mendapat porsi terbesar, disusul ASN pusat dan TNI/Polri, kemudian pensiunan.

Publik kini menunggu regulasi resmi yang akan merinci komponen pembayaran dan jadwal pencairan THR 2026 secara pasti.***