POJOKBOGOR.ID - Eh, kamu pernah dengar istilah RPL? Buat yang berkecimpung di dunia pendidikan, istilah ini memang sudah cukup familiar.
Tapi, jangan salah ya, ternyata penyusunan RPL di sekolah dan perguruan tinggi itu beda, lho!
Nah, biar nggak salah kaprah, yuk kita bahas santai tapi tetap berbobot soal perbedaan RPL di dua jenjang pendidikan ini.
Apa Itu RPL?
Secara umum, RPL adalah singkatan dari Rekognisi Pembelajaran Lampau.
Baca Juga: Murah Tapi Gemes! Ini Rekomendasi Dompet Wanita Lucu yang Bikin Nggak Tahan Checkout
Artinya, proses pengakuan atas pengalaman belajar seseorang, baik dari pendidikan formal, nonformal, maupun pengalaman kerja.
Namun, konteks penggunaannya bisa berbeda tergantung jenjang pendidikan. Nah, di sinilah sering muncul kebingungan. Waduh!
RPL di Sekolah Lebih ke Perencanaan Pembelajaran
Di tingkat sekolah, terutama dalam konteks guru, RPL sering dipahami sebagai bagian dari perangkat pembelajaran.
Meski istilah yang lebih umum sekarang adalah modul ajar atau RPP, konsep RPL tetap relevan.
Baca Juga: Murah Tapi Nggak Murahan! Ini Rekomendasi Pouch Make Up Cantik Harga Ramah Kantong
RPL di sekolah biasanya berkaitan dengan:
- Perencanaan kegiatan belajar mengajar
- Penyesuaian materi dengan kebutuhan siswa
- Strategi pembelajaran yang efektif
Dengan kata lain, RPL di sekolah lebih fokus pada bagaimana guru menyusun pembelajaran yang sesuai dengan kondisi siswa.
Jadi, sifatnya lebih operasional dan praktis.
RPL di Perguruan Tinggi Pengakuan Kompetensi
Nah, beda lagi ceritanya kalau di perguruan tinggi. Di sini, RPL punya makna yang lebih luas dan formal.
RPL di kampus digunakan untuk:
- Mengakui pengalaman kerja sebagai kredit akademik
- Mempercepat masa studi mahasiswa
- Menyetarakan kompetensi yang sudah dimiliki
Misalnya nih, seseorang yang sudah punya pengalaman kerja bertahun-tahun bisa mengajukan RPL agar tidak perlu mengambil mata kuliah tertentu. Wah, praktis banget, kan?
Perbedaan Utama yang Perlu Kamu Tahu
Biar makin jelas, ini dia poin-poin perbedaannya:
1. Tujuan Utama
- Sekolah: untuk perencanaan pembelajaran
- Perguruan tinggi: untuk pengakuan kompetensi
2. Fungsi
- Sekolah: membantu guru mengajar lebih efektif
- Kampus: membantu mahasiswa mendapat pengakuan akademik
Baca Juga: Wow! Kabupaten Bogor Siapkan 4 Kota Baru Sekaligus, Cigudeg hingga Jonggol Bakal Berubah Total
3. Pendekatan
- Sekolah: berbasis kurikulum dan kebutuhan siswa
- Kampus: berbasis pengalaman dan capaian individu
4. Dampak
- Sekolah: meningkatkan kualitas pembelajaran
- Kampus: mempercepat studi dan efisiensi pendidikan
Kenapa Penting Dipahami?
Nah, ini yang sering disepelekan. Banyak yang mengira RPL itu sama di semua jenjang.
Padahal, kalau salah paham, bisa bikin kebijakan atau implementasi jadi nggak tepat.
Baca Juga: Heboh SK ASN Palsu Beredar! 9 Warga Gresik Jadi Korban, Begini Kronologinya
Apalagi sekarang dunia pendidikan terus berkembang, termasuk dengan adanya Kurikulum Merdeka dan sistem pembelajaran fleksibel di perguruan tinggi.
Jadi, pemahaman soal RPL ini penting banget.
Jadi, Mana yang Lebih Penting?
Hmm, jawabannya dua-duanya penting! Tinggal disesuaikan dengan konteksnya.
Di sekolah, RPL membantu guru menciptakan pembelajaran yang lebih relevan.
Sementara di kampus, RPL membuka peluang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengakuan atas pengalaman mereka.
Keren, kan?
Jadi, sekarang sudah jelas ya, perbedaan RPL di sekolah dan perguruan tinggi itu cukup signifikan. Jangan sampai tertukar lagi!
Dengan memahami hal ini, kita bisa melihat bagaimana sistem pendidikan di Indonesia terus beradaptasi dengan kebutuhan zaman.
Dan, tentu saja, semakin memberikan ruang bagi pembelajaran yang lebih fleksibel dan inklusif.***




