POJOKBOGOR.ID - Aparatur Sipil Negara (ASN), baik PNS maupun PPPK, kini berkesempatan mengikuti pelatihan militer sebagai bagian dari Komponen Cadangan (Komcad).

Program ini dibuka melalui seleksi di bawah Kementerian Pertahanan (Kemhan).

Menariknya, ASN yang lolos seleksi dan mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) tetap menerima gaji serta tunjangan penuh dari instansi asalnya.

 

Program Bela Negara untuk ASN

Kesempatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat bela negara dan sinergi sipil-militer.

Baca Juga: Lengkap! Ketentuan Zakat Fitrah 2026, Dari Besaran Nominalnya hingga Dalil Kewajiban

Pemerintah membuka ruang bagi ASN yang memenuhi syarat untuk bergabung sebagai Komcad.

Namun itu, prosesnya tetap selektif dan melalui tahapan ketat.

Pelatihan dasar kemiliteran akan berlangsung sekitar dua hingga tiga bulan.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Rini Widyantini juga bekata:

Baca Juga: Seleksi CPNS 2026 Segera Dibuka? Ini 5 Hal Paling Penting dari MenPANRB

"Ada beberapa syarat dalam undang-undang yang wajib dipenuhi. Bahkan, dari Kementerian Pertahanan pun sudah ditetapkan kuota-kuotanya," ujarnya dikuti pojokbogor.id dari suara.com pada Rabu 25/02/2026.

 

Syarat dan Kriteria ASN

1. ASN yang ingin mendaftar harus berstatus aktif sebagai PNS atau PPPK serta berusia 18–35 tahun.

2. Peserta wajib mendapatkan izin tertulis dari atasan langsung atau Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK).

3. Selain itu, calon peserta harus lolos tes kesehatan jasmani dan rohani sesuai standar militer.

4. Tinggi badan minimal juga ditetapkan, yakni 160 cm untuk pria dan 155 cm untuk wanita.

5. Peserta harus setia kepada NKRI, Pancasila, dan UUD 1945, serta tidak memiliki catatan kriminal.

Baca Juga: Sah Berlaku Permendagri 6 Tahun 2026! Status PNS dan PPPK Resmi Diganti ASN, Ini Penjelasan Lengkapnya

Mereka juga wajib menandatangani komitmen mengikuti pelatihan penuh hingga selesai.

 

Tahapan Seleksi

Untuk tahun 2026, program ini diprioritaskan bagi ASN yang bertugas di kementerian atau lembaga wilayah Jakarta.

Tahapan seleksi meliputi verifikasi administrasi, pemeriksaan kesehatan menyeluruh.

Lalu, ada uji kesamaptaan jasmani, serta tes pengetahuan umum dan sikap mental.

Baca Juga: Panduan Lengkap Mutasi PNS Lewat ASN Karier di SIASN, dari Syarat hingga Persetujuan BKN

Tidak semua ASN otomatis diterima, karena kuota dan standar kelulusan sudah ditentukan.

 

Gaji dan Tunjangan Tetap Dibayar

ASN yang mengikuti Latsarmil tetap menerima gaji penuh dari instansi asal selama masa pelatihan.

Tunjangan juga tetap dibayarkan seperti biasa.

Artinya, meskipun ASN meninggalkan tugas rutinnya untuk sementara waktu, hak finansialnya tidak dipotong.

 

Pangkat Militer Cadangan

ASN yang lulus pelatihan akan mendapatkan pangkat militer cadangan sesuai pendidikan terakhir.

Lulusan SMA atau sederajat akan menyandang pangkat Sersan Dua (Serda).

Nah sedangkan lulusan D3 atau S1 akan mendapat pangkat Letnan Dua (Letda).

Baca Juga: 160.000 ASN Bakal Pensiun, KemenPANRB Siapkan Rekrutmen CPNS 2026 Fresh Graduate jadi Prioritas

Program Komcad untuk ASN membuka peluang kontribusi dalam pertahanan negara tanpa menghilangkan hak gaji dan tunjangan.

Namun seleksinya ketat dan hanya bagi ASN yang memenuhi syarat.

Pemerintah memastikan pelayanan publik tetap berjalan normal meski sebagian ASN mengikuti pelatihan.***