BOGOR.POJOKSATU.id – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan tegas kepada masyarakat agar tidak memandang masa depan Indonesia secara pesimistis.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79, sebagai respons terhadap pandangan yang menilai kondisi Indonesia suram.
Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan setiap warga negara memiliki kebebasan menentukan pilihan.
Namun, ia mengajak masyarakat yang tetap memilih Indonesia untuk bersama-sama membangun bangsa dengan semangat optimisme.
"Yang merasa Indonesia suram, silakan kalau mau cari negara lain, tidak ada yang melarang," ujar Prabowo.
Menurut Presiden, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi negara maju. Karena itu, masyarakat diminta tidak terus-menerus meragukan kemampuan bangsa sendiri dalam menghadapi tantangan ekonomi maupun persaingan global.
Prabowo juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan memperkuat budaya gotong royong.
Ia menilai kolaborasi seluruh elemen masyarakat menjadi salah satu kunci agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara merata, termasuk oleh kelompok masyarakat yang masih membutuhkan dukungan.
Selain itu, Presiden menyinggung sejumlah program dan capaian pemerintah yang menurutnya menunjukkan fondasi ekonomi nasional tetap kuat.
Ia menyebut Indonesia telah mengarah pada swasembada pangan, pengembangan program B50 berbasis kelapa sawit domestik, serta penguatan aset badan usaha milik negara melalui Danantara sebagai langkah strategis untuk memperkuat perekonomian.
Prabowo menilai berbagai langkah tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia untuk meningkatkan daya saing di tingkat internasional.
Di akhir pidatonya, Presiden mengingatkan masyarakat agar tidak memiliki rasa rendah diri terhadap bangsa sendiri.
Menurutnya, sikap rendah hati tetap diperlukan, namun harus diimbangi dengan kepercayaan diri bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk terus berkembang dan menjadi negara yang lebih maju di masa depan.***



