POJOKBOGOR.ID - Pergerakan arus mudik Lebaran di lintasan Bali–Jawa mulai menunjukkan peningkatan signifikan.
PT ASDP Indonesia Ferry pun tak tinggal diam.
Nah, demi memastikan perjalanan pemudik tetap lancar dan minim antrean panjang, operator penyeberangan pelat merah tersebut mempercepat operasional dengan mengerahkan total 35 kapal sekaligus.
Langkah ini dilakukan khususnya pada lintasan tersibuk Ketapang–Gilimanuk yang setiap tahun menjadi jalur vital pergerakan masyarakat dari Pulau Bali menuju Pulau Jawa maupun sebaliknya.
Lonjakan kendaraan pribadi hingga angkutan logistik diprediksi meningkat tajam mendekati puncak mudik.
Menariknya, ASDP tidak hanya menambah jumlah armada.
Mereka juga menerapkan strategi operasional baru yang disebut skema tiba, bongkar, berangkat (TBB).
Skema ini dirancang agar kapal tidak terlalu lama bersandar di pelabuhan.
Baca Juga: Resmi! Ini Daya Tampung Unpad di SNPMB 2026, Calon Mahasiswa Wajib Cek Sebelum Daftar
“Begitu kapal tiba, proses bongkar kendaraan langsung dilakukan, lalu kapal segera berangkat kembali tanpa jeda panjang,” begitu gambaran sistem kerja yang kini diterapkan di lapangan.
Ya, terdengar sederhana, tapi dampaknya besar.
Dengan pola ini, waktu tunggu kapal dapat dipangkas secara signifikan sehingga frekuensi penyeberangan meningkat dalam waktu singkat.
Antisipasi Antrean Panjang
Setiap musim mudik, antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang maupun Gilimanuk kerap menjadi perhatian publik.
Bahkan, pada periode padat tertentu, antrean bisa mengular hingga beberapa kilometer. Karena itu, percepatan operasional menjadi solusi utama.
ASDP memproyeksikan volume kendaraan roda empat dan bus mengalami kenaikan dibanding hari normal.
Sementara sepeda motor juga diprediksi mendominasi arus pemudik, terutama menjelang H-3 Lebaran.
Nah, di sinilah skema TBB memainkan peran penting.
Baca Juga: Ngegym Saat Puasa, Aman atau Bahaya? Ini Kelebihan dan Kekurangannya yang Jarang Dibahas
Kapal tidak lagi menunggu muatan penuh terlalu lama.
Fokusnya adalah rotasi cepat agar arus kendaraan terus bergerak.
Petugas pelabuhan juga disiagakan penuh selama 24 jam dengan koordinasi lintas instansi, mulai dari kepolisian, otoritas pelabuhan, hingga dinas perhubungan daerah.
Tujuannya jelas menghindari penumpukan kendaraan yang bisa memicu kemacetan panjang.
Baca Juga: Wah! Alfamart Tebar Diskon Ramadan 2026, Produk Kebutuhan Lebaran Ini Harganya Bikin Hemat
35 Kapal Beroperasi Penuh
Total 35 kapal yang dioperasikan terdiri dari kapal reguler dan kapal tambahan yang disiapkan khusus menghadapi periode mudik.
Armada ini dijadwalkan beroperasi secara bergantian dengan pengaturan slot sandar yang lebih ketat.
Dengan jumlah tersebut, kapasitas angkut kendaraan dan penumpang meningkat signifikan dibanding hari biasa.
ASDP juga melakukan optimalisasi jadwal keberangkatan agar distribusi kendaraan lebih merata sepanjang hari.
Menariknya lagi, pola operasional kini lebih fleksibel.
Jika terjadi lonjakan tiba-tiba, kapal cadangan dapat langsung diaktifkan.
Jadi, tidak perlu menunggu antrean terlalu panjang dulu baru bertindak.
“Intinya, pelayanan harus cepat tapi tetap aman,” menjadi prinsip utama pengelola pelabuhan selama periode mudik berlangsung.
Meski kapasitas kapal ditambah, pemudik tetap diimbau merencanakan perjalanan dengan matang.
Baca Juga: Viral Proposal THR Ormas Bikin Resah! Aparat Tegas, Jangan Takut, Itu Bisa Masuk Pemerasan
Pembelian tiket secara online dianjurkan agar proses masuk pelabuhan lebih cepat dan tertib.
Selain itu, pemudik juga diminta datang sesuai jadwal keberangkatan.
Kebiasaan datang terlalu awal justru berpotensi menambah kepadatan di area pelabuhan.
Oh ya, kondisi kendaraan juga tak boleh diabaikan.
Perjalanan mudik bukan sekadar sampai tujuan, tapi juga soal keselamatan sepanjang perjalanan.
Dengan kombinasi armada tambahan, skema tiba–bongkar–berangkat, serta koordinasi lintas pihak, ASDP optimistis arus mudik Bali–Jawa tahun ini bisa berjalan lebih lancar dibanding sebelumnya.
Apalagi, mobilitas masyarakat pascapandemi terus meningkat.
Artinya, kebutuhan transportasi yang cepat, aman, dan efisien menjadi tuntutan utama.
Dan sejauh ini, strategi percepatan operasional menjadi jawaban yang cukup menjanjikan.
Jadi, buat kamu yang berencana menyeberang dari Bali ke Jawa saat mudik nanti, tenang saja.
Sistem sudah dipersiapkan.
Tinggal pastikan perjalananmu tertata dengan baik.
Mudik nyaman? Semoga, dong!***




