POJOKBOGOR.ID - Kabar gembira bagi ASN di Kabupaten Blora.

Pemerintah Kabupaten Blora memastikan alokasi THR tahun anggaran 2026 telah disiapkan dengan total sekitar Rp58 miliar.

Angka tersebut melonjak sekitar Rp10 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini bukan tanpa sebab.

Baca Juga: SKTP Februari 2026 Sudah Terbit Tapi Dana Belum Masuk? Guru Wajib Cek Detail Validasi Rekening dan Status Penyaluran di Info GTK Ini

Jumlah ASN di Blora mengalami peningkatan signifikan dalam dua tahun terakhir baik dari unsur PNS maupun PPPK.

Kepala Bidang Anggaran BPPKAD Blora, Ahmad Nafik Udin, mengungkapkan besaran anggaran tersebut telah dialokasikan dalam APBD 2026.

“Kurang lebih sekitar Rp58 miliar untuk THR tahun ini,” ujarnya, dikutip dari Radar Bojonegoro, 2 Maret 2026.

Baca Juga: Akhirnya Diputuskan! Gaji PPPK Paruh Waktu 2026 Diusulkan Rp2,1 Juta, Ini Lengkapnya


Total ASN Capai 12.552 Orang

Berdasarkan data BKPSDM Blora, jumlah ASN di Kabupaten Blora kini mencapai 12.552 orang.

Rinciannya meliputi:

- 5.172 PNS

- 7.121 PPPK

- 197 CPNS

Seluruh pegawai tersebut berpotensi menerima THR sesuai ketentuan pemerintah pusat.

Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, peningkatan jumlah ASN di Blora cukup drastis.

Pada 2024 tercatat 8.900 pegawai dengan alokasi THR sebesar Rp41,3 miliar.

Tahun 2025 meningkat menjadi 10.230 pegawai dengan anggaran THR Rp48,8 miliar.

Baca Juga: Pasien Kecanduan Game dan Judi Online Ternyata yang Paling Banyak Masuk RS Jiwa

Kini pada 2026, jumlah ASN kembali bertambah menjadi 12.552 pegawai dan alokasi THR naik menjadi sekitar Rp58 miliar.


Termasuk DPRD dan Kepala Daerah

Anggaran Rp58 miliar tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi PNS dan PPPK.

Tetapi juga mencakup anggota DPRD serta Bupati dan Wakil Bupati Blora.

Baca Juga: Usai Reses, Komisi II DPRD Kabupaten Bogor Tinjau SDN Sasanawiyata 02, Desak Pemkab Segera Bangun Sekolah Baru

Namun, untuk PPPK paruh waktu, kepastian penerimaan THR masih menunggu regulasi teknis dari pemerintah pusat.

Hingga kini, Pemkab Blora belum dapat memastikan apakah PPPK paruh waktu akan menerima THR atau tidak.

Hal itu karena pemerintah daerah masih menunggu terbitnya PP yang mengatur mekanisme teknis pencairan THR bagi kategori tersebut.

Baca Juga: Anti Ribet! 4 Resep Menu Sahur Praktis 15 Menit Jadi, Cocok untuk Ibu Bekerja dan Anak Kos


Jadwal Pencairan Masih Menunggu Aturan Teknis

Meski anggaran telah disiapkan, jadwal pencairan THR ASN Blora 2026 belum dapat ditentukan secara pasti.

Pihak BPPKAD menyatakan masih menunggu aturan teknis dari pemerintah pusat sebagai dasar pencairan dana.

Biasanya, THR ASN dicairkan sekitar 10 hari sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Kepastian jadwal menjadi perhatian para ASN, mengingat THR menjadi salah satu komponen penting dalam menunjang kebutuhan Ramadan dan persiapan Lebaran.


Dampak Penambahan PPPK

Lonjakan jumlah ASN di Blora tidak lepas dari rekrutmen PPPK dalam beberapa tahun terakhir.

Pemerintah pusat memang mendorong pengangkatan tenaga honorer menjadi PPPK untuk meningkatkan status dan kesejahteraan pegawai.

Baca Juga: TPP ASN Kutim Anjlok Drastis! Dari Rp4,5 Juta Jadi Rp1,6 Juta, Ini Biang Keroknya

Konsekuensinya, beban anggaran daerah juga meningkat, termasuk dalam pembayaran THR dan gaji rutin.

Meski demikian, Pemkab Blora memastikan kesiapan anggaran agar hak ASN tetap terpenuhi sesuai ketentuan.

Dengan total ASN yang kini mencapai 12.552 orang dan anggaran THR yang menembus Rp58 miliar, Blora menjadi salah satu daerah dengan peningkatan signifikan dalam belanja pegawai tahun 2026.

Kini para ASN tinggal menunggu kepastian jadwal pencairan resmi dari pemerintah pusat agar dana THR bisa segera masuk ke rekening masing-masing sebelum Lebaran.***