BOGOR, POJOKSATU.id - Pernah bertanya-tanya mengapa nomor telepon Indonesia selalu diawali +62, sementara Amerika Serikat dan Kanada menggunakan +1? Ternyata, angka tersebut bukan dipilih secara sembarangan.
Kode telepon setiap negara diatur melalui sistem internasional yang dikoordinasikan oleh International Telecommunication Union (ITU), badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menangani bidang telekomunikasi.
Sistem ini dibuat agar setiap negara memiliki identitas nomor telepon sehingga komunikasi lintas negara dapat berlangsung dengan mudah.
Sejarah pembagian kode telepon internasional bermula dari upaya penyusunan sistem penomoran global pada 1960.
Saat itu, pembahasan mengenai penomoran telepon internasional berlangsung dalam pertemuan badan konsultatif telekomunikasi di New Delhi, India.
Kemudian, pada 1964, sistem tersebut dikembangkan melalui rekomendasi yang membagi dunia menjadi sembilan zona penomoran.
Zona 1 digunakan oleh Amerika Utara, termasuk Amerika Serikat dan Kanada. Sementara zona 3 dan 4 mencakup wilayah Eropa.
Adapun zona 6 mencakup sejumlah negara Asia Tenggara dan Oseania, termasuk Indonesia.
Dalam pembagian tersebut, Malaysia memperoleh kode +60, Australia +61, Indonesia +62, Filipina +63, Selandia Baru +64, Singapura +65, dan Thailand +66.
Menariknya, jumlah digit kode telepon setiap negara ternyata berbeda.
Amerika Serikat dan Kanada menggunakan kode +1, Indonesia +62, sedangkan Brunei Darussalam +673 dan Timor Leste +670.
Perbedaan panjang kode tersebut berkaitan dengan perencanaan kapasitas jaringan telekomunikasi internasional.
Dalam sistem penomoran awal, perkiraan jumlah penduduk dan perkembangan jaringan telepon menjadi pertimbangan dalam menentukan panjang kode negara.
Negara dengan kebutuhan penomoran besar dapat memperoleh kode yang lebih pendek.
Namun, jumlah digit tersebut bukan ukuran kemajuan teknologi maupun status ekonomi suatu negara.
Selain angka 62, tanda plus (+) ternyata memiliki fungsi penting.
Tanda tersebut mewakili kode akses panggilan internasional yang berbeda di setiap negara.
Misalnya, banyak negara menggunakan awalan 00, sementara Amerika Serikat menggunakan 011.
Dengan format +62, nomor Indonesia dapat digunakan dalam sistem panggilan internasional tanpa harus menuliskan kode akses negara secara manual pada perangkat yang mendukungnya.
Contohnya, nomor 081234567890 ditulis menjadi +6281234567890.
Kini, kode +62 bukan sekadar identitas telekomunikasi Indonesia. Istilah "warga +62" bahkan populer di media sosial sebagai sebutan untuk masyarakat Indonesia.
Jadi, di balik dua angka sederhana tersebut, tersimpan sejarah panjang perkembangan komunikasi dunia.



