POJOKBOGOR.ID - Program pelatihan dasar militer bagi ASN resmi dimulai pada 13 April 2026.
Sebanyak 2.000 ASN akan diberangkatkan dari Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, untuk mengikuti program Komponen Cadangan (Komcad).
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat sistem pertahanan negara, baik menghadapi ancaman fisik maupun nonfisik.
2.000 ASN Diberangkatkan dari Monas
Kepala Pusat Komcad Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) Kementerian Pertahanan RI, Brigadir Jenderal TNI Hengki Yuda, menyebut bahwa rangkaian kegiatan akan diawali dengan pengumpulan peserta di Monas.
Dikutip dari Indonesiadefense.com, 8 April 2026, begini kata Hengki Yuda:
“Pada 13 April, tepatnya di Monas, kami akan kumpulkan kurang lebih 2.000 ASN yang akan mengikuti program Komcad ini untuk kami berangkatkan ke enam lemdik,” ujarnya.
Para peserta akan langsung diberangkatkan ke sejumlah lembaga pendidikan militer untuk menjalani tahapan pelatihan berikutnya.
Disebar ke 6 Lembaga Pendidikan Militer
Sebanyak 2.000 ASN tersebut akan ditempatkan di enam lembaga pendidikan militer yang berada di wilayah Komando Daerah Militer (Kodam) Jaya.
Enam lokasi tersebut meliputi:
Baca Juga: Gubernur Kepri usul gaji PPPK ditanggung pusat, Akui Batas Belanja Pegawai Sudah Melebihi 30 Persen
- Rindam Jaya
- Pasmar 1 Cilandak
- Wingdik 500 Lanud Atang Sendjaja
- Pusdikkes TNI AD Kramat Jati
- Puskom Bela Negara Rumpin, Bogor
- Lanud Halim Perdanakusuma
Baca Juga: Tak Mau PHK PPPK, Pemkab Siak Rela Pangkas Anggaran Rp600 Miliar! Ini Penjelasan Lengkapnya
Tahapan Awal, Pendataan Fisik dan Mental
Sebelum memasuki pelatihan inti, para ASN akan menjalani tahap pendataan awal.
Pendataan ini meliputi:
- Kondisi jasmani
- Kebugaran fisik
- Psikologi
- Mental ideologi
“Yang pertama adalah pendataan tentang jasmaninya, kebugarannya, kemudian tentang psikologinya, dan juga tentang mental ideologi,” jelas Hengki.
Tahapan ini dinilai penting untuk menentukan metode pelatihan yang sesuai bagi setiap peserta.
Total 4.000 ASN Ikut Program Komcad
Secara keseluruhan, program pelatihan Komcad ASN ini akan diikuti oleh sekitar 4.000 ASN dari berbagai kementerian dan lembaga, khususnya yang berada di Jakarta dan sekitarnya.
Pelatihan akan dilaksanakan dalam dua gelombang, dengan durasi masing-masing sekitar satu setengah bulan.
Instruksi Presiden dan Dasar Hukum
Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, mengungkapkan bahwa program ini merupakan instruksi langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto.
ASN yang menjadi sasaran program ini adalah mereka yang berusia 18 hingga 35 tahun.
Pelatihan dasar militer atau bela negara ini juga memiliki landasan hukum yang kuat, yaitu Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 30.
ASN Kembali ke Posisi Semula
Meski mengikuti pelatihan militer, ASN tidak akan berubah status.
Setelah menyelesaikan program Komcad, mereka akan kembali ke posisi semula di instansi masing-masing.
“Setelah mengikuti pelatihan dasar militer, mereka kembali ke posisi semula sebagai ASN di kementerian/lembaga,” kata Sjafrie.
Antisipasi Ancaman Nasional
Program Komcad ini menjadi bagian dari upaya negara dalam mempersiapkan diri menghadapi berbagai potensi ancaman.
“Kita nanti punya komponen (cadangan) yang cukup besar. Itulah cara negara mengantisipasi ancaman fisik maupun nonfisik,” ujarnya.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan ASN tidak hanya memiliki kompetensi administratif, tetapi juga kesiapan dalam mendukung pertahanan negara.***




