BOGOR.POJOKSATU.id – Masyarakat Jakarta perlu mengetahui risiko gempa besar yang dapat bersumber dari zona megathrust di sekitar Selat Sunda dan selatan Jawa Barat.

Meski pusat gempa tidak berada tepat di Jakarta, guncangan dari gempa berkekuatan besar tetap berpotensi dirasakan hingga wilayah ibu kota.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG sebelumnya mengungkap terdapat sejumlah sumber gempa yang dapat berdampak terhadap Jakarta.

Selain zona megathrust Selat Sunda dan selatan Jawa Barat, terdapat pula sejumlah sesar aktif di daratan seperti Sesar Baribis, Lembang, dan Cimandiri.

Dalam simulasi kesiapsiagaan yang dilakukan pada 2025, digunakan skenario gempa megathrust berkekuatan M9,0 di Selat Sunda dengan kedalaman sekitar 10 kilometer.

Dalam skenario tersebut, Jakarta berpotensi mengalami guncangan kuat hingga VII–VIII MMI.

Guncangan pada tingkat tersebut berpotensi menyebabkan kerusakan bangunan, terutama pada konstruksi yang tidak dirancang tahan gempa.

Tidak hanya guncangan, potensi tsunami juga menjadi perhatian.

Dalam pemodelan tersebut, kawasan pesisir Jakarta Utara masuk kategori SIAGA tsunami dengan estimasi gelombang tiba sekitar 3 jam 20 menit setelah terjadinya gempa.

Kategori SIAGA menunjukkan potensi tinggi gelombang sekitar 0,5 hingga 3 meter.

Meski demikian, masyarakat tidak perlu panik.

Simulasi tersebut dibuat sebagai skenario mitigasi bencana dan bukan berarti gempa megathrust dipastikan akan terjadi dalam waktu dekat.

BMKG berulang kali menegaskan bahwa sampai saat ini belum ada teknologi yang mampu memprediksi secara tepat kapan, di mana, dan seberapa besar gempa akan terjadi.

Karena itu, masyarakat disarankan mulai memperkuat kesiapsiagaan, mulai dari memahami titik aman, memastikan bangunan memenuhi standar tahan gempa, menyiapkan tas darurat hingga mengetahui jalur evakuasi.

Informasi terkait gempa dan tsunami juga harus selalu merujuk pada kanal resmi BMKG. ***