BOGOR.POJOKSATU.id - Perusahaan teknologi TikTok melakukan restrukturisasi organisasi yang berdampak pada ratusan karyawan di Indonesia.

Langkah tersebut mencakup pengurangan jumlah tenaga kerja serta penyesuaian operasional, termasuk pada divisi teknologi yang sebelumnya menangani layanan Tokopedia dan TikTok Shop.

Berdasarkan informasi yang beredar, sekitar 450 karyawan terdampak pemutusan hubungan kerja atau PHK .

Selain itu, sebagian besar operasional e-commerce, khususnya di bidang riset dan pengembangan, disebut telah dipindahkan ke China sebagai bagian dari strategi efisiensi perusahaan.

TikTok Indonesia membenarkan adanya penyesuaian organisasi di sejumlah divisi.

Perusahaan menyatakan langkah tersebut merupakan bagian dari proses restrukturisasi internal yang dilakukan untuk meningkatkan efektivitas operasional dan memperkuat pengembangan bisnis ke depan.

Seiring perubahan tersebut, jumlah karyawan di tim teknologi yang menangani integrasi TikTok Shop dan Tokopedia dilaporkan menyusut drastis.

Dari sekitar 1.100 karyawan sebelum proses akuisisi, kini hanya tersisa sekitar 35 orang yang masih berada di tim tersebut.

Meski melakukan pengurangan karyawan, TikTok menegaskan komitmennya untuk terus berinvestasi di Tokopedia.

Perusahaan juga menyatakan akan memberikan dukungan kepada para karyawan yang terdampak PHK selama masa transisi berlangsung, termasuk berbagai bentuk pendampingan sesuai kebijakan perusahaan.

Restrukturisasi ini menjadi salah satu langkah strategis TikTok setelah mengintegrasikan bisnis TikTok Shop dengan Tokopedia.

Perusahaan berharap perubahan struktur organisasi tersebut dapat mendukung operasional yang lebih efisien sekaligus memperkuat layanan e-commerce di masa mendatang.***